Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) dalam jumpa pers di kediamannya Jalan Brawijaya IV No.12, Jakarta Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Politik

Maksud Baik JK Disalahtafsirkan Loyalis Jokowi

SELASA, 21 APRIL 2026 | 02:43 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Maksud Wapres ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa Joko Widodo alias Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI karena dirinya, bukan berarti JK sebagai 
penentu nasib Jokowi. 

"Maksudnya adalah agar termul-termul jangan semena-mena terhadap dirinya. Melaporkan dirinya seenaknya saja dalam dugaan penistaan agama, setelah video ceramahnya dilakukan pemotongan," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dikutip Selasa 21 April 2026. 

Menurut Erizal, Jusuf Kalla bermaksud baik melaporkan Rismon Sianipar dan 4empat akun media sosial lainnya, agar tuduhan kepada dirinya sebagai penyandang dana kasus ijazah Jokowi tak melebar ke mana-mana. 

Menurut Erizal, Jusuf Kalla bermaksud baik melaporkan Rismon Sianipar dan 4empat akun media sosial lainnya, agar tuduhan kepada dirinya sebagai penyandang dana kasus ijazah Jokowi tak melebar ke mana-mana. 

"Termasuk, permintaan JK agar Jokowi membuka saja ijazahnya agar sesegera mungkin mengakhiri kasus yang sudah sangat melelahkan ini," kata Erizal.

Tapi, sayangnya, lanjut Erizal, maksud baik Jusuf Kalla itu tak ditangkap dengan baik pula. Baik oleh Jokowi sendiri maupun para pendukungnya. 

"Kalau maksud baik saja sudah disalahartikan, bagaimana pula dengan maksud jahat?" sentil Erizal.

Petinggi Projo dan PSI hampir senada mengatakan bahwa yang menjadikan Jokowi Presiden, bukan JK, tapi rakyat! 

"Pernyataan ini tidak salah, tapi maksudnya bukan begitu. Jangan diadu-adu antara Jokowi dan JK, keduanya pernah saling membantu, untuk tujuan yang baik," kata Erizal.

"Benar Jokowi dipilih rakyat, tapi kontribusi JK juga besar atas keterpilihan itu," sambungnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya