Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok Kementerian ESDM)

Politik

LPG Naik, Menteri Bahlil: Menyesuaikan Harga Pasar, Bos...

SENIN, 20 APRIL 2026 | 20:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kenaikan harga LPG nonsubsidi ukuran 5 kg dan 12 kg merupakan konsekuensi penyesuaian mekanisme pasar.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil merespons kebijakan kenaikan harga LPG nonsubsidi. Ia menekankan, pemerintah hanya mengendalikan harga LPG subsidi 3 kg.

“Kenapa harganya naik? Yang bisa dijamin pemerintah tidak naik itu yang bersubsidi,” ujar Bahlil di kantornya, Jakarta, Senin, 20 April 2026.


Menurutnya, LPG nonsubsidi digunakan oleh sektor industri, restoran, hingga hotel, sehingga harganya tidak diintervensi pemerintah dan mengikuti pergerakan pasar.

“Yang tidak bersubsidi dipakai industri, restoran, hotel. Jadi tidak kita atur, menyesuaikan harga pasar, begitu bos,” tegasnya.

Bahlil juga memastikan stok LPG nasional dalam kondisi aman. Ia menyebut cadangan saat ini berada di atas ambang batas minimum nasional.

“Cadangan kita di atas 10 hari, masih di atas standar minimum, aman,” katanya.

Terkait prospek harga ke depan, Bahlil menyebut LPG nonsubsidi akan terus bergerak mengikuti dinamika harga energi global.

“Pasti bisa turun. Ada formulasinya, dulu mengacu harga Saudi Aramco. Kalau harga dunia turun, ya ikut turun. Kalau naik, ikut naik,” jelasnya.

Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga LPG nonsubsidi sejak 18 April 2026. Harga Bright Gas 5,5 kg yang sebelumnya sekitar Rp90.000 kini naik menjadi Rp100.000 hingga Rp134.000 per tabung.

Sementara Bright Gas 12 kg berada di kisaran Rp220.000 hingga Rp265.000 per tabung, tergantung wilayah. Di DKI Jakarta, harga LPG 12 kg tercatat Rp228.000 per tabung, sedangkan ukuran 5,5 kg Rp107.000 per tabung.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya