Berita

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Alarm BPOM: Harga Obat Dalam Negeri Terancam Gejolak Global!

SENIN, 20 APRIL 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ketahanan kesehatan nasional Indonesia kini berada dalam posisi yang mengkhawatirkan. Bayang-bayang kenaikan harga obat hingga krisis pasokan menghantui masyarakat menyusul tingginya ketergantungan industri farmasi dalam negeri terhadap bahan baku impor di tengah memanasnya konflik global.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar mengungkapkan fakta pahit bahwa lebih dari 90 persen bahan baku obat nasional masih harus didatangkan dari luar negeri.

Komponen utama obat-obatan tersebut sangat bergantung pada industri petrokimia yang kini terpukul oleh ketegangan geopolitik, termasuk di kawasan Teluk.


“Sebagian besar komponen obat, baik bahan baku maupun kemasan sangat bergantung pada turunan petrokimia,” tegas Taruna usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Taruna merinci, ketergantungan ini merambah ke berbagai lini. Lebih dari 50 persen kemasan obat berasal dari bahan turunan minyak. Tak hanya itu, sekitar 30 persen bahan aktif obat kimia populer seperti parasetamol dan ibuprofen juga berbasis petrokimia.

Kondisi inilah yang membuat harga obat-obatan di apotek-apotek dalam negeri menjadi sangat rentan terhadap gejolak dunia.

“Geopolitik pasti berpengaruh, apalagi bahan baku kita sebagian besar impor,” cetusnya.

Meskipun stok obat nasional diproyeksikan masih aman untuk jangka pendek hingga enam bulan ke depan, BPOM tak mau kecolongan. Tekanan harga dan pasokan dinilai menjadi ancaman nyata jika konflik global terus berlarut.

Sebagai langkah antisipasi darurat, BPOM tengah mengkaji pelonggaran aturan kemasan guna menekan biaya produksi yang kian mencekik industri.

“Sekitar 30 persen harga obat itu dipengaruhi oleh kemasannya. Jika aturan bisa lebih fleksibel tanpa mengorbankan faktor keamanan, biaya produksi tentu bisa kita tekan,” jelas Taruna.

Selain melonggarkan aturan kemasan, pemerintah kini didorong untuk segera melakukan diversifikasi negara asal impor guna memutus ketergantungan pada satu titik pemasok saja.

Bagi Taruna, isu ini bukan sekadar soal angka di label harga, melainkan soal keselamatan nyawa rakyat Indonesia yang tidak bisa ditawar.

“Yang paling penting bukan hanya soal harga, tapi ketersediaan. Perlu diingat, obat itu tidak bisa digantikan seperti halnya makanan,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya