Berita

Ketua Umum Relawan For Prabowo-Gibran, Nasarudin. (Foto: Istimewa)

Politik

Kebebasan Berpendapat Jangan jadi Alat Perpecahan Bangsa

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 23:24 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menanggapi dinamika kebangsaan terkini, khususnya aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Roy Suryo bersama kelompoknya, Ketua Umum Relawan For Prabowo-Gibran, Nasarudin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas cara penyampaian aspirasi yang dinilai telah melampaui batas etika, norma, dan nilai-nilai kebangsaan.

“Kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun demikian, kebebasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, apalagi pernyataan yang berpotensi memicu kekerasan, seperti seruan ‘halal darah’ terhadap Joko Widodo,” ujar Nasarudin dalam keterangan yang yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 19 April 2026.

Ia menegaskan pernyataan semacam ini jelas bertentangan dengan hukum, nilai kemanusiaan, serta semangat persatuan bangsa.


Nasarudin juga menyesalkan narasi yang menyebut Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sebagai “presiden gadungan.”

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak hanya mencederai proses demokrasi yang sah, tetapi juga berpotensi memecah belah masyarakat di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Terkait tuduhan mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, ia menegaskan bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memberikan klarifikasi resmi.

"Upaya untuk terus menggiring opini yang bertentangan dengan fakta resmi merupakan bentuk disinformasi yang tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

"Saat ini, yang dibutuhkan bangsa Indonesia bukanlah provokasi atau politik adu domba, melainkan kolaborasi, solidaritas, dan kontribusi nyata dalam menghadapi krisis global,” tambah dia.

Nasarudin menyatakan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan. 

“Dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama, Indonesia akan mampu melewati berbagai tantangan dan tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” pungkasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya