Menteri Luar Negeri Ekuador Gabriela Sommerfeld (Foto: North Africa News)
Pemerintah Ecuador kembali menegaskan dukungannya terhadap inisiatif otonomi yang diajukan Morocco pada 2007 sebagai solusi paling realistis untuk mengakhiri sengketa wilayah Sahara.
Sikap itu ditegaskan dalam komunike bersama yang ditandatangani usai pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Ekuador Gabriela Sommerfeld dan mitranya dari Maroko Nasser Bourita di Rabat, Minggu, 19 April 2026.
"Ekuador menyebut inisiatif tersebut sebagai satu-satunya solusi yang serius, kredibel, dan realistis untuk sengketa regional atas Sahara," demikian pernyataan itu disampaikan.
Selain itu, Quito juga menyambut adopsi UN Security Council Resolution 2797 yang kembali menegaskan bahwa otonomi di bawah kedaulatan Maroko merupakan opsi paling memungkinkan untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan tersebut.
Kedua negara turut menyatakan dukungan terhadap utusan pribadi Sekjen PBB untuk Sahara guna mendorong proses politik menuju solusi final.
Dalam langkah konkret, Ekuador memutuskan memperluas jangkauan konsulernya ke wilayah Sahara Maroko sesuai hukum internasional.
Tidak hanya itu, negara Amerika Latin tersebut juga membuka peluang kerja sama ekonomi dan perdagangan di kawasan tersebut, yang dinilai dapat menjadi pintu masuk ke pasar Afrika.
Sommerfeld bahkan mengumumkan bahwa duta besar Ekuador di Rabat akan segera mengunjungi wilayah Sahara untuk menyiapkan berbagai inisiatif ekonomi.
Ia juga memuji kepemimpinan Raja Mohammed VI serta reformasi yang dilakukan Maroko dalam memperkuat stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi.
Komunike bersama juga menyoroti berbagai inisiatif kerajaan, termasuk proyek pipa gas Afrika-Atlantik dan upaya membuka akses negara-negara Sahel ke Samudra Atlantik.
Menlu Sommerfeld menyebut Maroko sebagai mitra strategis dalam memerangi terorisme, kejahatan lintas negara, serta memperkuat kerja sama Selatan-Selatan.
Dalam pertemuan terpisah dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Maroko Ryad Mezzour, kedua pihak membahas penguatan hubungan dagang dan peluang integrasi produk Ekuador ke rantai nilai Afrika melalui hub Maroko.
Kedua negara sepakat mendorong kemitraan berkelanjutan guna mempererat hubungan Afrika dan Amerika Latin serta mempercepat pertumbuhan ekonomi bersama.