Berita

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Kemenko Pangan)

Politik

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

SENIN, 25 MEI 2026 | 12:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal kemungkinan mengganti Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan karena salah menyebut nama desa sebaiknya tidak disikapi secara berlebihan.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensa tersebut, kekeliruan informasi seperti itu merupakan hal yang wajar dan tidak perlu berujung pada kemarahan kepada jajaran bawahan.

“Yang penting, karena Zulhas aman, dia juga jangan menegur keras anak buah yang memberikan nama itu. Sekali-kali salah ya tidak apa-apa,” kata Hensa kepada RMOL, Senin, 25 Mei 2026.


Ia mengingatkan agar kesalahan informasi tersebut tidak memicu efek berantai di internal birokrasi. Sebab, jika informasi yang diterima Zulhas salah lalu diteruskan kepada presiden, bukan tidak mungkin tekanan justru turun ke level staf paling bawah.

“Takutnya gara-gara info ke Zulhas salah, lalu Zulhas ke presiden salah, kemudian Zulhas menekan bawahannya lagi. Nanti yang paling bawah yang kena hukuman, bahkan mungkin bisa sampai dipecat. Jangan begitu,” ujarnya.

Hendri menilai Zulhas juga perlu bersikap adil terhadap para stafnya. Apalagi, menurut dia, Presiden Prabowo sendiri tampak tidak mempermasalahkan kekeliruan tersebut secara serius.

“Zulhas juga harus fair. Dia aman di mata presiden, jadi anak buahnya jangan diomelin. Tegur pelan saja, kalem,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo sempat melontarkan candaan soal perlunya mengganti Zulhas setelah mendapatkan informasi yang keliru terkait nama desa saat kunjungan meninjau tambak budidaya udang di Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.


Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya