Berita

Bendera OPM dan senjata yang disita Tim Gabungan TNI-Polri. (Foto: Puspen TNI)

Pertahanan

Kekejaman OPM Bikin Resah Masyarakat Papua Pegunungan

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 06:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aksi kekejaman yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah menimbulkan dampak yang sangat memprihatinkan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Papua Pegunungan yang kini hidup dalam ketakutan.
 
Peristiwa naas tersebut terjadi pada tanggal 14 April 2026 di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Insiden kejam ini mengakibatkan 12 orang meninggal dunia serta memaksa puluhan warga lainnya terpaksa mengungsi ke Distrik Melanikime dan wilayah sekitarnya demi menyelamatkan nyawa.
 
Dalam keterangan Puspen TNI yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 19 April 2026, hingga saat ini masih terdapat korban yang sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kabupaten Puncak Jaya. Salah satu korban berinisial N.K mengalami luka sobek pada bagian kaki kanan namun saat ini dalam kondisi sadar.
 

 
Dalam perkembangan terbaru, Tim Gabungan TNI dan Polri berhasil mengevakuasi 4 korban lainnya dengan selamat dan aman hingga tiba di RSUD Mulia. Keempat korban tersebut langsung mendapatkan penanganan medis segera.
 
Adapun korban yang ditangani terdiri dari Ibu AT mengalami luka di bagian leher dan jari, DW (3 tahun) mengalami luka pada urat dan kaki kanan, AW (5 tahun) mengalami luka di dada kanan, dan OW (6 tahun) mengalami luka pada siku kanan.
 
Pemerintah daerah beserta seluruh unsur terkait terus berupaya maksimal memberikan pertolongan dan perlindungan bagi seluruh korban serta masyarakat yang terdampak.


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya