Berita

Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Dolok Sanggul Se-Indonesia, Arnod Sihite. (Foto: Dokumentasi HKBP)

Politik

Tokoh HKBP Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Ceramah JK

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 00:40 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menuai sorotan publik hingga berujung pada laporan ke Polda Metro Jaya yang dilayangkan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Pemuda Katolik.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Dolok Sanggul Se-Indonesia, Arnod Sihite meminta situasi tersebut disikapi bijak dengan mengedepankan kerukunan dan kejernihan berpikir.

Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu tak setuju jika persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum.


“Beliau adalah tokoh nasional, karena itu, setiap pernyataan tentu akan menjadi perhatian publik dan perlu disikapi dengan kehati-hatian agar tidak menimbulkan beragam tafsir,” ucap Arnod di Jakarta pada Sabtu, 18 April 2026.

Ia mengimbau semua pihak untuk menaruh fokus membantu pemerintah menguatkan ekonomi di tengah tekanan global, bukan memperkeruh soliditas bangsa.

“Saya harap hal-hal seperti ini tidak masuk ke ranah politik, karena akan berpotensi menimbulkan persoalan baru,” tegas Arnod.

Senada dengan Arnod, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Victor Tinambunan juga mengingatkan pentingnya menjaga kejernihan berpikir, kebijaksanaan, dan semangat persatuan dalam menyikapi dinamika yang berkembang.

“Ephorus HKBP mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta terus menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi penting kehidupan bangsa,” ujar Victor.

Adapun, Jusuf Kalla melalui juru bicaranya Husain Abdullah memberikan klarifikasi atas polemik ceramah yang berujung pelaporan kepolisian. Husain menegaskan,pernyataan JK bukan pendapat pribadi.

Dalam ceramahnya JK hanya menggambarkan realitas sosial terkait konflik di Poso dan Ambon yang didasarkan pada isu agama.

“Jadi, apa yang disampaikan Pak JK bukan pendapat pribadi tetapi realitas sosial saat itu yang berkembang di antara mereka yang saling berkonflik,” ucap Husain.

Husain menjelaskan, dalam ceramahnya JK menyampaikan pengalaman dan pembelajaran saat berupaya mendamaikan konflik di Poso, termasuk pendekatan untuk mengubah cara pandang pihak-pihak yang bertikai.

“Pak JK menyampaikan lesson learned, mengisahkan pendekatan yang ia lakukan ketika hendak mendamaikan pihak yang bertikai di Poso maupun di Ambon, dengan terlebih dahulu mengubah paradigma yang memotivasi mereka saat berkonflik,” jelasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya