Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Dok. PDIP)

Politik

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

SABTU, 18 APRIL 2026 | 18:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Struktur Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang ada saat ini dinilai sudah usang karena lahir dari konstelasi Perang Dunia II.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dalam peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika (KAA) bertajuk “71 Tahun Peringatan KAA: Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini” di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Sabtu, 18 April 2026.

"Melalui pidato di PBB yang terkenal dengan judul 'To Build The World a New' pada 30 September 1960, Bung Karno menyerukan reformasi atau re-tooling PBB. Kesetaraan antarbangsa menjadi agenda terbesar Bung Karno," tegas Megawati.


Megawati pun menghidupkan kembali gagasan besar sang Proklamator Ir Soekarno untuk menghapuskan hak istimewa negara-negara tertentu yang dinilai menciptakan ketimpangan global. 

"Bung Karno mengusulkan penghapusan hak veto yang dimiliki negara pemenang Perang Dunia II. Selain itu, perlu ada perubahan Piagam PBB dengan memasukkan Pancasila sebagai landasan internasional," tegas Presiden ke-5 RI ini.

Tak hanya soal ideologi dan hak suara, Megawati juga mendorong perubahan struktur Dewan Keamanan PBB hingga pemindahan Markas Besar PBB ke negara yang netral. Menurutnya, markas besar PBB harus berada di lokasi yang tidak menjadi bagian dari persaingan kekuatan besar atau Perang Dingin.

Reformasi ini dinilai mendesak mengingat situasi geopolitik dunia yang sedang bergejolak. Megawati mencontohkan persoalan di Venezuela serta serangan terhadap Iran sebagai bukti bahwa sistem internasional saat ini sedang ‘goncang’.

"Dunia kini memerlukan pemikiran alternatif tentang bagaimana perdamaian dunia diwujudkan. Dalam perspektif ini, semangat KAA, Gerakan Non-Blok (GNB), dan pidato 'To Build The World A New' menjadi jawaban tentang pentingnya kesetaraan antarbangsa," lanjutnya.

Lebih lanjut, Megawati menyatakan bahwa ancaman neokolonialisme dan imperialisme (Nekolim) masih bekerja dalam sifat dan corak yang berbeda di era modern ini. 

Sebagai solusi konkret, ia memandang pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II menjadi sangat relevan untuk menjaga kedaulatan bangsa-bangsa merdeka.

"Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II sangat relevan. Di sinilah pemikiran geopolitik Bung Karno menjadi kompas bagi masa depan bangsa dan dunia," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya