Berita

Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Business Today)

Dunia

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

SABTU, 18 APRIL 2026 | 08:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan kritik tajam terhadap NATO. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan aliansi militer tersebut dalam menghadapi situasi di Selat Hormuz.

Melalui unggahannya di media sosial X, Trump bahkan menyebut NATO tidak berguna saat benar-benar dibutuhkan.

“Sekarang setelah situasi di Selat Hormuz berakhir, saya menerima panggilan dari NATO yang menanyakan apakah kami membutuhkan bantuan,” tulisnya, Sabtu 18 April 2026.


Ia menambahkan, “Saya mengatakan kepada mereka untuk menjauh, kecuali mereka hanya ingin mengisi kapal mereka dengan minyak. Mereka tidak berguna saat dibutuhkan, seperti macan kertas!”

Pernyataan ini muncul di tengah perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya mengumumkan bahwa Selat Hormuz telah “sepenuhnya terbuka” bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump memang berulang kali mengkritik negara-negara anggota NATO di Eropa. Ia menilai mereka tidak cukup terlibat dalam konflik yang berkaitan dengan Iran. Bahkan, Trump sempat memberi sinyal bahwa AS bisa mempertimbangkan kembali keanggotaannya dalam aliansi tersebut.

Di sisi lain, negara-negara Eropa mulai mengambil langkah tersendiri. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bersama Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menggelar pertemuan di Paris untuk membahas keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut. Keduanya menyatakan rencana pembentukan misi multinasional guna menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ketegangan ini turut berdampak pada hubungan bilateral. Trump sebelumnya juga menyindir Starmer sebagai sekutu yang “hanya setia saat kondisi menguntungkan”, serta mengisyaratkan kemungkinan meninjau ulang kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Inggris.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya