Berita

Wakil Ketua DPR Sari Yuliati (jilbab hitam). (Foto: Dok. pribadi)

Politik

DPR Tegaskan Komitmen RI Bangun Pasar Karbon Berintegritas

SABTU, 18 APRIL 2026 | 06:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPR menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan pasar karbon berintegritas tinggi sebagai bagian dari kontribusi global menghadapi krisis iklim.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPR Sari Yuliati saat menghadiri forum diskusi bertajuk “Towards High-Integrity Carbon Markets in Indonesia: Progress and Prospects” yang digelar di Washington, DC, Amerika Serikat.

Di depan perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi mitra, lembaga sertifikasi, serta organisasi standar, Sari menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terbesar di dunia. 


“Hutan kita bukan hanya bernafas untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia,” kata Sari dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 17 April 2026.

Legislator Fraksi Golkar itu menjelaskan, aset strategis berupa hutan, lahan, dan ekosistem mangrove menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat penyimpanan karbon dunia. 

Dengan pengukuran potensi serapan karbon yang optimal, Indonesia dinilai mampu membuka peluang investasi hijau bernilai miliaran dolar.

Lebih lanjut, Sari juga menegaskan bahwa krisis iklim kini bukan lagi sekadar isu akademis, melainkan telah menjadi realitas yang dirasakan langsung di berbagai daerah di Indonesia. 

Oleh karena itu, pengembangan solusi berbasis alam (nature-based solutions) dinilai menjadi langkah krusial dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan nasional.

“Kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah maupun organisasi internasional, untuk memastikan pasar karbon Indonesia berjalan dengan transparan, kredibel, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta dunia,” demikian Sari.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya