Berita

Ilustrasi proyek kereta api yang akan dibangun di Papua. (Foto: Dok. PT KAI)

Publika

Di Balik Rencana Kereta Api di Tanah Papua

SABTU, 18 APRIL 2026 | 05:33 WIB

Tidak ada perubahan besar yang lahir tanpa sebuah mimpi.

DALAM masa kampanye, Gubernur Papua Matius D Fakhiri, pernah menyampaikan sebuah visi tentang masa depan Papua yang lebih maju. 

Sebuah mimpi besar: menghadirkan infrastruktur modern seperti jalan tol dan kereta api agar konektivitas wilayah Papua semakin kuat dan pembangunan ekonomi semakin terbuka.


Banyak orang mungkin menganggap itu sebagai mimpi besar yang akan sangat sulit direalisasikan.

Namun dalam perjalanan waktu, mimpi itu perlahan menemukan jalannya.

Memang penting untuk dipahami bahwa gagasan tentang konektivitas besar di Tanah Papua bukanlah gagasan yang lahir tanpa dasar. 

Ia adalah bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa yang sejak lama memikirkan bagaimana membuka keterisolasian wilayah dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Papua.

Dalam konteks itulah, langkah yang diambil oleh Matius D Fakhiri hari ini juga dapat dipahami sebagai melanjutkan mimpi besar para pendahulu.

Kita mengenang bahwa pada masa kepemimpinannya, Gubernur Barnabas Suebu juga pernah memasukkan gagasan tentang kereta api di Tanah Papua sebagai bagian dari rencana program besar pembangunan masa depan Papua.

Demikian pula mendiang Lukas Enembe yang telah meletakkan fondasi penting melalui perjuangan pembangunan Jalan Lintas Papua yang layak, sebagai tulang punggung konektivitas darat yang membuka akses antar wilayah di Papua.

Karena itu, apa yang dilakukan hari ini oleh Matius D Fakhiri sesungguhnya adalah melanjutkan mimpi para pendahulu, yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan zaman, perkembangan teknologi, serta kondisi kekinian Papua.

Sebab dalam kepemimpinan, seorang pemimpin memang boleh bermimpi besar. Namun mimpi itu tidak boleh berhenti sebagai angan-angan. 

Tugas seorang pemimpin adalah memastikan langkah-langkah nyata agar mimpi tersebut perlahan menjadi kenyataan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Pada awal tahun 2026, dalam sebuah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Presiden menyampaikan sebuah pandangan penting: Bahwa dalam sejarah dunia, kehadiran kereta api sering menjadi tanda lahirnya sebuah peradaban baru.

Presiden kemudian bertanya: "Di wilayah mana negara bisa hadir mulai menghadirkan jalur kereta api baru? Diluar Pulau Jawa”.

Secara spontan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut Provinsi Papua dengan Jayapura sebagai titik awalnya.

Bagi banyak orang, momentum ini terasa seperti sebuah jalan yang telah disiapkan oleh Tuhan untuk Papua.

Seolah mimpi yang pernah disampaikan Gubernur Papua dalam visi dan misinya, dibawa Tuhan sampai ke hati Presiden Prabowo.

Dan dari sanalah lahir sebuah keputusan besar: negara mulai membuka jalan untuk menghadirkan kereta api di Tanah Papua.

Langkah awal itu kemudian ditindaklanjuti melalui pertemuan antara Gubernur Papua bersama tim pemerintah daerah dengan Direktur Utama KAI beserta jajaran timnya pada 14 April 2026 di Jakarta.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memulai proses sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku, dengan gagasan jalur awal: Sentani-Kota Jayapura.

Jika rencana ini berjalan dengan baik, maka yang lahir bukan hanya sarana transportasi baru, tetapi juga konektivitas wilayah yang akan membuka peluang ekonomi, mempercepat mobilitas orang dan barang, serta menandai awal peradaban baru di Tanah Papua.

Atas nama masyarakat Papua, tentu patut disampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang telah memberikan perhatian besar bagi pembangunan Papua.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Direktur Utama PT KAI beserta jajaran, yang telah merespon gagasan ini dengan cepat dan penuh semangat.

Tentunya ucapan terima kasih mendalam bagi Gubernur Papua dan masyarakat Papua yang terus menjaga semangat bersama untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi Tanah Papua.

Semoga langkah awal ini menjadi sejarah penting bagi masa depan Papua.

Dari mimpi menuju rencana, dari rencana menuju peradaban baru Papua Cerah.

M. Rifai Darus
Juru Bicara Gubernur Papua

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya