Berita

Ilustrasi Ikan Sapu-Sapu

Nusantara

Pemprov Jakarta Gelar Pembersihan Ikan Sapu-Sapu yang Ancam Ekosistem Sungai

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 18:39 WIB | OLEH: TIFANI

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengajak masyarakat membersihkan ikan sapu-sapu secara serentak wilayah DKI Jakarta pada Jumat (17/4/2026). Operasi penangkapan ini dijadwalkan berlangsung di seluruh kota administrasi Jakarta mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilakukan secara massal karena ikan sapu-sapu dianggap sebagai hama yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Mengutip akun Instagram resmi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, sapu-sapu merupakan ikan air tawar yang dikenal dengan nama ilmiah suckermouth catfish atau pleco.

Ikan sapu-sapu juga kerap disebut sebagai bandaraya dan termasuk dalam kategori spesies invasif yang mampu menyebar dengan cepat di perairan baru. Secara alami, ikan ini berasal dari perairan Amerika Selatan, khususnya wilayah Sungai Amazon.


Dalam klasifikasi ilmiah, ikan ini termasuk dalam keluarga Loricariidae dengan genus seperti Pterygoplichthys dan Hypostomus. Di habitat aslinya, populasinya masih terkendali karena adanya predator alami seperti Peacock Bass dan Arapaima. 

Namun, ketika masuk ke perairan lain seperti Indonesia, ikan sapu-sapu justru berkembang pesat dan mendominasi. Kondisi ini terjadi karena tidak adanya predator alami, ditambah dengan kemampuan adaptasi yang sangat tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Mengutip laman resmi Badan Karantina Indonesia (Barantin), ikan sapu-sapu awalnya masuk ke Indonesia sebagai ikan hias akuarium. Namun, karena dilepas ke alam bebas, populasinya berkembang tanpa kendali.

Kemampuan adaptasi yang tinggi menjadi faktor utama penyebab penyebarannya sulit dikendalikan. Ikan ini mampu hidup di berbagai jenis perairan, mulai dari sungai bersih hingga perairan tercemar dengan kadar oksigen rendah.

Bahkan, ikan sapu-sapu dapat mengambil oksigen langsung dari udara dan bertahan hidup di luar air dalam waktu tertentu, sehingga mampu menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrem. Dari sisi fisik, ikan ini memiliki tubuh yang dilapisi pelat keras (scutes), mulut berbentuk pengisap, serta duri tajam pada siripnya.

Karakteristik tersebut membuatnya sulit dimangsa oleh ikan lain. Selain itu, ikan sapu-sapu dikenal sebagai omnivora oportunistik yang tidak hanya memakan alga, tetapi juga telur ikan lain, tumbuhan air, hingga organisme kecil yang berperan penting dalam rantai makanan.

Dampaknya, ikan lokal kesulitan mendapatkan sumber makanan dan proses reproduksinya pun terganggu. Kemampuan berkembang biaknya juga sangat tinggi. 

Dalam sekali bertelur, ikan sapu-sapu dapat menghasilkan ratusan telur yang dijaga langsung oleh induknya hingga menetas, sehingga tingkat kelangsungan hidup anak ikan menjadi sangat besar. Di sisi lain, kebiasaan ikan sapu-sapu menggali sarang di dasar dan tepi sungai turut menimbulkan dampak negatif. 

Aktivitas ini berpotensi mempercepat erosi serta merusak struktur tebing sungai.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya