Berita

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Wibi Andrino Ingatkan Negara Gagal Jika Pendidikan Tak Aman

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 15:24 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengecam keras maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Ia menilai fenomena tersebut sebagai alarm serius bagi dunia akademik.

Menurut Wibi, munculnya berbagai kasus pelecehan di sekolah hingga kampus merupakan ironi besar. Pasalnya, lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat menjunjung tinggi nilai hukum, etika, dan moralitas.

“Ini bukan hanya soal satu kasus, ini soal masa depan generasi kita. Jika ruang pendidikan saja tidak aman, maka kita sedang gagal melindungi masa depan bangsa. Tidak boleh ada pembiaran sedikit pun,” tegas Wibi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 April 2026.


Wibi mengungkap data nasional, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 24 ribu kasus kekerasan seksual dilaporkan. Angka tersebut menunjukkan persoalan ini masih bersifat sistemik dan belum tertangani secara optimal.

Ia juga menyoroti fenomena 'gunung es', di mana banyak korban memilih bungkam akibat relasi kuasa dan tekanan sosial di lingkungan pendidikan.

Politikus Partai Nasdem itu menegaskan pentingnya penerapan zero tolerance terhadap pelaku. Tidak boleh ada kompromi, dan proses hukum harus ditegakkan secara tegas mengacu pada UU 12/2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Selain itu, Wibi menekankan perlindungan terhadap korban harus menjadi prioritas. Negara dan institusi pendidikan wajib menjamin keamanan, kerahasiaan identitas, serta pendampingan pemulihan psikologis.

Ia juga mendorong penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di setiap sekolah dan kampus, termasuk menyediakan mekanisme pelaporan yang aman bagi korban.

Tak kalah penting, kata Wibi, adalah transformasi budaya di lingkungan pendidikan dengan menghapus segala bentuk normalisasi candaan atau perilaku yang merendahkan martabat manusia, khususnya perempuan.

“DPRD DKI Jakarta siap mendorong sinergi lintas sektor untuk memastikan Jakarta menjadi kota yang aman bagi pelajar dan mahasiswa,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya