Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Datar di Kisaran 94 Dolar AS

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak tercatat stabil di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik, terutama terkait konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta gangguan pengiriman energi di Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters, Kamis 16 April 2026, pada penutupan perdagangan Rabu, harga minyak mentah Brent naik 0,1 persen menjadi sekitar 94,93 Dolar AS per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik tipis ke 91,29 Dolar AS per barel.

Stabilnya harga terjadi karena dua faktor yang saling tarik-menarik. Di satu sisi, ada harapan meredanya konflik setelah pernyataan Donald Trump yang menyebut perang dengan Iran bisa segera berakhir. Namun di sisi lain, gangguan pasokan minyak masih menjadi kekhawatiran utama.


Salah satu sumber ketidakpastian terbesar adalah kondisi di Selat Hormuz. Meski ada wacana Iran akan mengizinkan kapal melintas lebih aman melalui sisi Oman jika kesepakatan tercapai, lalu lintas kapal tanker saat ini masih jauh di bawah kondisi normal sebelum konflik.

Sebelumnya, penutupan selat oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global. Hingga kini, arus pengiriman belum pulih sepenuhnya, sehingga pasar tetap mempertahankan “premi risiko” pada harga minyak.

Analis mencatat bahwa meski jumlah kapal tanker yang melintas mulai meningkat secara bertahap, pemulihannya tidak merata. Akibatnya, kekhawatiran gangguan pasokan belum sepenuhnya hilang, sehingga menahan penurunan harga minyak lebih dalam.

Dari sisi kebijakan, pemerintah AS juga menambah tekanan pasar. Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa AS tidak akan lagi memberikan pengecualian bagi negara-negara untuk membeli minyak dari Iran dan Rusia tanpa sanksi.

Situasi ini membuat banyak negara harus mencari alternatif pasokan energi. International Monetary Fund bahkan memperkirakan lebih banyak negara akan mengajukan pinjaman baru untuk menghadapi lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok akibat konflik.

Di tengah ketidakpastian global tersebut, data dari AS justru memberi sedikit dukungan pada harga minyak. Persediaan minyak mentah AS dilaporkan turun sekitar 0,9 juta barel, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya