Kolase Pelabuhan Tanjung Priok dan Patimban. (Foto: Dokumentasi RMOL)
Kolase Pelabuhan Tanjung Priok dan Patimban. (Foto: Dokumentasi RMOL)
DALAM diskusi logistik nasional, Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban sering ditempatkan seolah berada dalam kompetisi langsung. Padahal, keduanya lebih tepat dipahami sebagai pembagian peran dalam satu sistem logistik.
Sekitar 80 persen kargo yang saat ini dimuat dan dibongkar di Tanjung Priok sebenarnya memiliki hinterland yang secara geografis lebih dekat ke wilayah Patimban. Secara jarak dan potensi efisiensi, ruang pergeseran itu nyata.
Namun kenyataannya, arus tersebut tetap terkonsentrasi di Priok. Ekosistem yang sudah terbentuk lama membuat perubahan jalur tidak mudah. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga keputusan bisnis yang sudah terkunci dalam satu pola distribusi.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
UPDATE
Rabu, 15 April 2026 | 22:14
Rabu, 15 April 2026 | 21:53
Rabu, 15 April 2026 | 21:34
Rabu, 15 April 2026 | 21:03
Rabu, 15 April 2026 | 20:51
Rabu, 15 April 2026 | 20:42
Rabu, 15 April 2026 | 20:30
Rabu, 15 April 2026 | 20:10
Rabu, 15 April 2026 | 20:05
Rabu, 15 April 2026 | 19:45