Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Anjlok karena Isu Pembicaraan Kedua AS-Iran

RABU, 15 APRIL 2026 | 08:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia mengalami penurunan cukup tajam setelah muncul harapan baru bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan kembali melanjutkan pembicaraan untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, Rabu 15 April 2026, pada penutupan perdagangan Selasa, harga minyak mentah Brent ditutup di level 94,79 Dolar AS per barel atau merosot 4,6 persen. Sementara minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dalam, yakni 7,87 persen ke 91,20 Dolar AS per barel.

Menurut analis pasar John Kilduff, penurunan harga ini mencerminkan ekspektasi pelaku pasar.


"Sepertinya ada harapan bahwa situasi akan membaik. Pasar sebelumnya sudah memperhitungkan dampak besar dari gangguan pasokan,” ujarnya.

Meski begitu, kondisi di lapangan masih menunjukkan tekanan besar terhadap pasokan minyak global. Penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan sekitar 10,1 juta barel per hari pasokan minyak hilang pada Maret lalu akibat situasi ini.

IEA menegaskan bahwa kunci stabilitas pasar energi saat ini bergantung pada pembukaan kembali jalur tersebut. 

“Kelancaran aliran minyak melalui Selat Hormuz menjadi faktor paling penting untuk meredakan tekanan pada pasokan, harga, dan ekonomi global,” kata lembaga itu dalam laporannya.

Di sisi lain, militer AS memperluas blokade hingga ke wilayah Teluk Oman dan Laut Arab. Data pelayaran menunjukkan beberapa kapal tanker sempat berbalik arah, meskipun ada juga kapal yang tetap melintas karena tidak menuju pelabuhan Iran.

Iran sendiri mengancam akan membalas dengan menyerang pelabuhan negara-negara di kawasan Teluk jika tekanan terus berlanjut. Namun di tengah ketegangan itu, ada sinyal positif bahwa tim negosiasi dari kedua negara kemungkinan akan kembali bertemu dalam waktu dekat, dengan Pakistan turut berperan dalam upaya mediasi.

Ke depan, analis memperingatkan bahwa jika pembicaraan gagal, harga minyak bisa kembali melonjak. Hal ini diperparah oleh menipisnya cadangan minyak global yang diperkirakan akan berlanjut hingga kuartal berikutnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya