Berita

Ilustrasi Ikan Sapu-Sapu (Sumber: Gemini Generated Image)

Kesehatan

Viral Diburu, Ikan Sapu-Sapu Aman Dikonsumsi atau Berbahaya?

SELASA, 14 APRIL 2026 | 19:00 WIB | OLEH: TIFANI

Aksi penangkapan ikan sapu-sapu belakangan ini ramai di media sosial. Banyak warganet mengabadikan momen berburu ikan invasif ini di sejumlah sungai, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Ikan sapu-sapu secara ilmiah dikenal sebagai Pterygoplichthys pardalis. Ikan air tawar ini berasal dari Amerika Selatan, tetapi kini telah menyebar luas di berbagai perairan Asia termasuk Indonesia. 

Sebagai spesies invasif, ikan ini memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat dan mampu bertahan di lingkungan ekstrem, termasuk perairan yang tercemar limbah. Namun, apakah ikan sapu-sapu aman untuk dikonsumsi?


Mengutip laman Halodoc, para ahli kesehatan tidak menyarankan ikan sapu-sapu untuk dijadikan bahan pangan utama, terutama jika ditangkap dari perairan kotor atau tercemar. Hal ini karena ikan sapu-sapu hidup di dasar sungai dan sering terpapar berbagai zat berbahaya yang dapat terakumulasi di dalam tubuhnya.

Konsumsi ikan sapu-sapu pun memiliki sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Ikan yang hidup di perairan tercemar berpotensi mengandung logam berat berbahaya, seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd), hingga arsenik (As). 

Paparan logam berat dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah serius, mulai dari gangguan sistem saraf, kerusakan hati dan ginjal, hingga meningkatkan risiko kanker. Selain itu, ikan sapu-sapu juga berpotensi membawa cacing parasit. 

Jika tidak diolah dan dimasak dengan benar, parasit tersebut bisa menyebabkan infeksi pada manusia. Gejalanya bisa berupa gangguan pencernaan, mual, hingga komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Sebagian besar ikan sapu-sapu ditemukan di sungai yang tercemar limbah domestik maupun industri. Kondisi ini membuat risiko kontaminasi bakteri dan zat berbahaya lainnya semakin tinggi. 

Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum mengonsumsi ikan ini, serta memastikan sumber dan cara pengolahannya aman.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

UI Investigasi Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa

Selasa, 14 April 2026 | 16:12

Miris, Makin Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan Kerja

Selasa, 14 April 2026 | 16:11

Pramono Dukung Pemberantasan Premanisme di Jakarta

Selasa, 14 April 2026 | 16:03

Jemaah Haji Tak akan Terbebani Kenaikan Ongkos Penerbangan

Selasa, 14 April 2026 | 16:02

Seruan Kudeta Presiden Prabowo Ancaman Serius

Selasa, 14 April 2026 | 15:46

Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Damai di Washington

Selasa, 14 April 2026 | 15:43

Menteri Haji Janji Antrean Tidak Dihapus meski Ada War Tiket

Selasa, 14 April 2026 | 15:36

Aboe Bakar Minta Maaf terkait Pernyataan Madura dan Narkoba

Selasa, 14 April 2026 | 15:14

Tak Masuk Akal Nasdem Gabung Gerindra

Selasa, 14 April 2026 | 15:06

China Minta Semua Pihak Menahan Diri usai AS Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 | 14:52

Selengkapnya