Panja AMDK Komisi VII DPR kunjungi PT Tirta Investama di Klaten, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)
Panitia Kerja Air Minum Dalam Kemasan (Panja AMDK) Komisi VII DPR memberikan tinjauan positif terhadap upaya pelestarian lingkungan yang dijalankan oleh PT Tirta Investama.
Produsen merek Aqua tersebut dinilai telah mengimplementasikan langkah-langkah konservasi, seperti pembangunan sumur resapan dan sistem daur ulang plastik.
Ketua Tim Panja, Evita Nursanty menyatakan bahwa temuan di lapangan selaras dengan paparan yang diberikan perusahaan. Evaluasi ini dilakukan setelah kunjungan kerja ke pabrik di Klaten pada Kamis 9 April 2026.
"Hal yang sama juga kami temukan saat kunjungan lapangan, mulai dari keberadaan sumur resapan, sumur pantau, hingga kegiatan penghijauan yang sudah berjalan dengan baik," kata Evita di Jakarta, dikutip Selasa 14 April 2026.
Evita menekankan pentingnya keberadaan sumur pantau untuk mencegah eksploitasi air tanah secara berlebihan.
"Pada lokasi sumur pompa telah dipasang alat monitoring digital sehingga pengambilan air dapat terukur dan terpantau secara
real-time," kata Evita.
Anggota Panja AMDK, Eva Monalisa turut menyoroti praktik pengelolaan limbah plastik serta akses air bersih bagi warga sekitar. Ia mencatat bahwa program CSR perusahaan telah menjangkau masyarakat di wilayah sumber mata air.
"Itu ada 3 sampai 4 desa di sekitaran sumber mata air digali sumur tersendiri oleh Aqua agar bisa dimanfaatkan warga dan itu menjadi program CSR yang benar-benar menyentuh masyarakat sekitar," kata Eva.
Terkait isu penurunan muka tanah, Eva menyebutkan bahwa pengawasan melalui sumur pantau menjadi instrumen penting untuk memastikan kestabilan debit air.
"Jadi isu eksploitasi air itu tidak ada karena kami melihat sendiri saat berkunjung ke pabrik, sumber air, hingga sumur pantau mereka," kata Eva.
Panja berharap praktik manajemen sumber daya air ini dapat diseragamkan di seluruh industri AMDK di Indonesia.
Sementara itu, pihak manajemen menjelaskan bahwa perusahaan telah bekerja sama dengan BRIN sejak 2021 untuk memvalidasi dampak pengelolaan air melalui metode Volumetric Water Benefit Accounting (VWBA).
Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mencapai target Positive Water Impact 2030, di mana volume air yang dikembalikan ke alam melalui konservasi diharapkan melebihi volume produksi.