Berita

Direktur Niaga dan Retail PLN, Adi Priyanto (kedua dari kanan) didampingi Mill Head PT IKPP - Karawang Mills, Hendri Gunawan (kedua dari kiri) melakukan site visit di lokasi pabrik PT Indah Kiat Pulp & Paper Karawang Mills. (Foto: Istimewa)

Bisnis

PLN Suplai Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang

SELASA, 14 APRIL 2026 | 18:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT PLN (Persero) kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi nasional dengan menyuplai listrik tegangan tinggi berkapasitas 250 Megavolt Ampere (MVA) kepada PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Karawang Mill, Jawa Barat. 

Penyambungan listrik ini menjadi langkah strategis dalam mendukung ekspansi industri pulp dan kertas nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global. 

Untuk mendukung penyambungan listrik ini, sebelumnya PLN melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Tengah telah mengoperasikan proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Telukjambe, KTT IKK (Indah Kiat Karawang) dengan panjang jalur 8,481 kilometer sirkuit (kms).


Dengan kapasitas daya 250 MVA, perusahaan yang bergerak di industri pulp, kertas, tisu, dan kemasan karton, ini diproyeksikan dapat meningkatkan kapasitas produksi untuk produk industrial brown dan industrial white, sekaligus membuka potensi penyerapan tenaga kerja hingga 2.500 orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menegaskan bahwa penyambungan listrik ini mencerminkan kesiapan PLN sebagai BUMN ketenagalistrikan dalam mendukung produktivitas industri, memperkuat daya saing nasional di kancah global, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Dengan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan tepat waktu, kami optimistis industri dapat beroperasi lebih efisien dan kompetitif,” ujar Adi dalam keterangan tertulis, Selasa 14 April 2026.

Sementara itu, Komisaris PLN, Jisman P. Hutajulu, menambahkan bahwa kolaborasi antara PLN dan sektor industri memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa meningkatnya kebutuhan listrik industri menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi PLN untuk terus memperkuat infrastruktur dan layanan.

"Kebutuhan listrik industri yang terus meningkat merupakan peluang sekaligus tanggung jawab bagi PLN. Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan agar investasi di Indonesia dapat tumbuh optimal," ungkap Jisman.

Selanjutnya, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, memastikan bahwa sistem kelistrikan di Jawa Barat siap melayani pelanggan dengan kebutuhan daya besar, termasuk IKPP Karawang. 

Hal ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri di wilayah tersebut secara berkelanjutan.

Dari sisi pelanggan, Mill Head PT IKPP Karawang, Hendri Gunawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam proses penyambungan listrik ini. 

Ia menyebut momen ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi strategis antara PLN dan IKPP Karawang untuk meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.

"Acara peresmian ini bukan sekadar seremoni operasional, tetapi merupakan tonggak penting kolaborasi strategis antara PLN dan IKPP Karawang untuk mendukung keberlanjutan dan kemajuan industri ke depan,” demikian Hendri.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya