Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres RI)

Politik

Seruan Kudeta Presiden Prabowo Ancaman Serius

SELASA, 14 APRIL 2026 | 15:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dugaan kudeta Presiden Prabowo Subianto yang diungkap Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo merupakan ancaman serius yang sepatutnya segera diusut aparat penegak hukum (APH).

Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud menilai, pernyataan Hashim diperkirakan informasinya berasal dari sumber yang relevan, sehingga harus ditelusuri.

Irvan mengatakan, seruan kudeta yang dimulai dari pernyataan kontroversial Pendiri Lembaga Survei SMRC, Saiful Mudjani, dan tak lama kemudian mengemuka pernyataan Hashim, merupakan tanda-tanda ancaman serius negara.


"Aparat penegak hukum dan institusi terkait agar profesional dalam menyikapi setiap potensi ancaman terhadap negara," kata Irvan kepada RMOL, Selasa 14 April 2026.

Irvan meyakini, masyarakat Indonesia tentu telah memiliki kedewasaan dalam berpolitik, sehingga demokrasi konstitusional tetap menjadi pegangan dan prinsip dalam berbangsa dan bernegara.

“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai tantangan politik, dan dengan demokrasi kita yang semakin matang," kata Irvan.

"Bangsa ini diyakini mampu menjaga keutuhan serta keberlanjutan pemerintahan secara konstitusional,” demikian Irvan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya