Berita

Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Geng Solo Diduga di Balik Pelaporan JK

SELASA, 14 APRIL 2026 | 12:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pelaporan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah organisasi memicu polemik baru. Muncul dugaan adanya aktor politik di balik langkah tersebut, yang disebut-sebut sebagai “Geng Solo”.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu secara terbuka menduga kelompok yang dimaksud adalah lingkaran yang berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Sepertinya Geng Solo mau coba-coba jualan SARA dengan menyerang Pak JK dengan memotong-motong ceramah,” ujarnya lewat akun X, Selasa, 14 April 2026.


Said Didu juga mengingatkan agar isu suku, agama, ras, dan antargolongan tidak dijadikan alat politik yang berbahaya.

“Sekadar mengingatkan, jangan coba-coba main api dengan SARA,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut sulit membantah adanya keterkaitan kelompok tersebut dalam polemik yang mencuat. Lebih jauh, Said Didu menyoroti latar belakang pihak pelapor yang disebut memiliki kedekatan dengan relawan pendukung Jokowi.

“Pelapor Pak JK adalah pemimpin gerakan grassroot untuk dorong Jokowi 3 periode dan sekarang anak buah Kaesang sebagai pengurus inti PSI,” ungkapnya.

Menurutnya, pernyataan Jusuf Kalla yang kini dipersoalkan sebenarnya sudah disampaikan sejak puluhan tahun lalu dan tidak pernah menjadi masalah.

Ia pun mempertanyakan mengapa isu tersebut kembali diangkat sekarang, terutama setelah Jusuf Kalla meminta mantan Presiden Jokowi menunjukkan ijazah asli.

“Kenapa setelah Pak JK minta Jokowi tunjukkan ijazah asli, kok Geng Solo ngamuk?” pungkasnya.


Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya