Berita

Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

Komisi X DPR: TKA Bukan Penentu Kelulusan, Tapi Alat Diagnosis Pendidikan

SELASA, 14 APRIL 2026 | 12:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi X DPR RI mengapresiasi kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP gelombang kedua oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 10–13 April 2026 di berbagai daerah.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, penegasan bahwa TKA bukan penentu kelulusan, melainkan instrumen pemetaan kemampuan siswa secara nasional, merupakan langkah penting dalam reformasi sistem evaluasi pendidikan.

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menempatkan TKA sebagai alat diagnosis pendidikan. Ini harus ditindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, 14 April 2026.


Hasil pelaksanaan TKA SMA dan SMP bisa menjadi bahan masukan bagi pelaksanaan TKA tingkat sekolah dasar (SD) yang rencananya akan dilaksanakan pada 20-30 April 2026 mendatang.

"Hasil evaluasi TKA SMP dan sebelumnya SMA bisa menjadi bahan masukan dan persiapan yang lebih baik untuk TKA SD. Apalagi secara usia, pelajar SD perlu dibuat nyaman dalam menghadapi TKA ini," papar Kurniasih.

Di sisi lain, Kurniasih mendorong pemanfaatan hasil TKA secara optimal untuk penyusunan peta capaian belajar siswa secara nasional hingga tingkat sekolah untuk mengidentifikasi kesenjangan kualitas pendidikan.

Selain itu pengembangan program intervensi pembelajaran berbasis data, termasuk penguatan literasi dan numerasi di daerah dengan capaian rendah.

"Hasil TKA juga bisa digunakan untuk peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan agar strategi pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Integrasi hasil TKA dengan perencanaan pendidikan di daerah juga perlu termasuk dalam penyusunan program dan alokasi anggaran pendidikan," kata Legislator PKS ini.

“Dengan pemanfaatan data yang optimal, TKA dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” imbuhnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya