Berita

PT Pertamina Patra Niaga melalui Implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mengambil peran strategis dalam memulihkan ekosistem Sungai Musi, Sumatera Selatan lewat program Belida Musi Lestari (Foto: Dok Pertamina)

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Perkuat Ekonomi Warga Sungai Musi Lewat Program Belida Musi Lestari

SELASA, 14 APRIL 2026 | 11:11 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

PT Pertamina Patra Niaga melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mengambil peran dalam memulihkan ekosistem Sungai Musi, Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa sejak 2022, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju telah menginisiasi program TJSL Belida Musi Lestari. 

Program ini hadir sebagai respons atas ancaman kepunahan ikan endemik Belida akibat penangkapan yang tidak terkendali, yang turut memicu kerusakan ekosistem sungai.


“Sungai Musi bukan hanya ikon Sumatera Selatan, tetapi juga urat nadi kehidupan, sejarah, dan identitas budaya masyarakat. Ikan Belida bahkan menjadi bahan utama kuliner pempek yang otentik,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Selasa 14 April 2026.

Kerusakan ekosistem tersebut berdampak langsung pada kondisi ekonomi masyarakat bantaran sungai, khususnya nelayan dan pembudidaya ikan. Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) yang berada di angka 95,53, serta fenomena “gulung waring” di Kampung Perikanan Sungai Gerong, yakni kegagalan usaha akibat ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Melalui program Belida Musi Lestari, Pertamina menerapkan pendekatan holistik berbasis ekosistem perikanan mandiri dari hulu hingga hilir. Program ini mencakup penguatan ketersediaan benih, perbaikan tata kelola budidaya, pengembangan pakan mandiri untuk menekan biaya, hilirisasi produk perikanan agar bernilai tambah, serta transfer pengetahuan kepada masyarakat.

“Program ini tidak bersifat bantuan instan, melainkan membangun sistem yang mandiri dan berkelanjutan. Hasilnya, kini telah terbentuk 30 sentra perikanan terintegrasi,” jelas Roberth.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya