Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Dunia

Blokade Dimulai! Trump Siap Musnahkan Kapal yang Mendekat

SELASA, 14 APRIL 2026 | 07:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, usai perundingan antara kedua negara gagal mencapai kesepakatan dalam pertemuan di Pakistan.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa kapal Iran yang mendekati area blokade akan dihancurkan. 

“Angkatan Laut Iran tergeletak di dasar laut, hancur total - 158 kapal. Yang belum kita serang adalah sejumlah kecil kapal yang mereka sebut 'kapal serang cepat,' karena kita tidak menganggapnya sebagai ancaman besar,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, dikutip dari Al-Jazeera, Selasa 14 April 2026.


“Peringatan: Jika ada kapal-kapal ini yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dihilangkan," lanjutnya.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO) mengumumkan bahwa mereka telah diberitahu bahwa blokade AS akan berlaku luas terhadap semua kapal, tanpa memandang negara asalnya, yang terhubung dengan pelabuhan Iran.

Blokade dinyatakan berlaku efektif mulai Senin, 13 April 2026 waktu setempat.  Militer AS (CENTCOM) menetapkan waktu dimulainya operasi pada pukul 14.00 GMT (sekitar pukul 21.00 WIB atau 23.00 WIT).

“Pembatasan tersebut mencakup seluruh garis pantai Iran, termasuk pelabuhan dan infrastruktur energi,” kata UKMTO, yang berafiliasi dengan angkatan laut Inggris, dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Iran menilai blokade tersebut sebagai tindakan ilegal dan bahkan menyebutnya sebagai bentuk “pembajakan”. Teheran juga memperingatkan bahwa langkah ini bisa berbalik merugikan Amerika sendiri, terutama melalui lonjakan harga minyak dan bensin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyindir kebijakan AS dengan pernyataan tajam, "Apakah ‘perang pilihan’ ilegal bisa dimenangkan dengan ‘balas dendam pilihan’ terhadap ekonomi global?” Ia juga memperingatkan bahwa kebijakan tersebut justru akan merugikan Amerika sendiri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya