Berita

Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tarif di Bandung, Jawa Barat antara Pertamina dan PLN. (Foto: Dok. Pertamina)

Nusantara

PGE dan PLN IP Sepakati Tarif, Proyek PLTP Lahendong 15 MW Masuk Tahap Lanjutan

SENIN, 13 APRIL 2026 | 15:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bersama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mencapai kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN (Persero) untuk pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 MW.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tarif di Bandung, Jawa Barat, yang menjadi salah satu tahapan penting sebelum proyek memasuki fase pengembangan berikutnya.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan pencapaian ini memperkuat komitmen PGE dan PLN IP dalam mendukung percepatan transisi energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan energi panas bumi.


“Teknologi bottoming cycle memungkinkan panas sisa dari operasi pembangkit eksisting dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan listrik. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi pembangkitan sekaligus memperkuat kontribusi energi panas bumi dalam bauran energi bersih nasional,” ujar Ahmad Yani.

Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit memanfaatkan teknologi binary atau bottoming cycle yang mengonversi panas sisa dari pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi menjadi tambahan energi listrik. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan sumber daya panas bumi secara lebih optimal tanpa eksplorasi sumber panas baru.

Setelah kesepakatan tarif tercapai, proyek akan memasuki tahapan lanjutan, meliputi pembentukan perusahaan patungan (joint venture), proses Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC), serta penyusunan Power Purchase Agreement (PPA). Proyek ditargetkan mulai beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 2028.

Sebelumnya, PGE dan PLN IP juga telah menyepakati tarif listrik untuk proyek PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan energi panas bumi pada 19 proyek eksisting dengan total potensi kapasitas sekitar 530 MW.

Saat ini PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi dan terus mengembangkan berbagai proyek strategis guna mendukung peningkatan pemanfaatan energi bersih serta ketahanan energi nasional.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya