Berita

Pengamat hukum dan politik Pieter C Zulkifli. (Foto: Istimewa)

Politik

Pieter C Zulkifli:

Masa Depan Bangsa Ditentukan Keberanian Benahi Sistem

SENIN, 13 APRIL 2026 | 16:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masa depan bangsa bergantung pada keberanian membenahi sistem secara jujur di tengah ujian kedaulatan dan keadilan.

"Kepemimpinan diuji bukan oleh kuasa, melainkan keberanian mendengar dan menegakkan keadilan di tengah bayang oligarki dan krisis hukum,” kata Pengamat politik dan hukum Pieter C Zulkifli dalam keterangannya, Senin 13 April 2026.

Mantan Ketua Komisi III DPR ini pun menyoroti ironi kekuasaan, di mana semakin tinggi jabatan, kerap semakin jauh dari suara rakyat. Padahal, menurutnya, publik membutuhkan pemimpin yang rendah hati dan berpihak.


"Pemimpin sejati justru yang mau mendengar, merangkul, dan berjalan bersama rakyatnya. Ia bukan merak yang menuntut hormat, melainkan akar yang menguatkan pohon agar tak tumbang diterpa badai," kata Pieter.

Pieter juga mengingatkan peringatan Buya Hamka soal makna kepemimpinan, serta menyinggung buku Paradoks Indonesia karya Presiden Prabowo Subianto yang mengingatkan potensi kehancuran jika tata kelola tak diperbaiki.

"Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan hasil pembacaan atas data ketimpangan ekonomi, kebocoran sumber daya, hingga lemahnya institusi,” kata Pieter.

Ia menilai persoalan Indonesia bersifat struktural, mulai dari lemahnya hukum hingga dominasi oligarki, yang berdampak pada ketimpangan dan krisis kepercayaan publik.

"Pemimpin yang mau mendengar tidak akan alergi terhadap kritik. Ia memahami bahwa kritik adalah cermin, bukan ancaman," kata Pieter.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya