Berita

Pidato PM Hongaria Viktor Orban usai kalah dalam pemilu (Tangkapan layar RMOL dari siaran DRM News)

Dunia

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

SENIN, 13 APRIL 2026 | 09:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Viktor Orban akhirnya kehilangan kekuasaan setelah 16 tahun memimpin Hungaria.

Dikutip dari Reuters, Senin 13 April 2026, dalam pemilu terbaru, warga Hongaria dalam jumlah besar memberikan dukungan kepada pesaingnya yang pro-Uni Eropa, Peter Magyar. 

Hasil awal menunjukkan partai nasionalis Fidesz milik Orban kalah dari partai Tisza yang dipimpin Magyar.


Kekalahan Orban tidak lepas dari kondisi ekonomi Hongaria yang stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Isu dalam negeri seperti kesehatan dan ekonomi menjadi perhatian utama pemilih, mengalahkan narasi kampanye Orban yang menekankan pilihan antara “perang atau damai”. 
Meski ia mencoba meyakinkan bahwa partainya adalah pilihan aman, banyak pemilih justru menginginkan perubahan.
Selama berkuasa sejak 2010, Orban dikenal sebagai pemimpin nasionalis yang skeptis terhadap Uni Eropa. Ia kerap berselisih dengan Uni Eropa terkait isu demokrasi, kebebasan media, dan independensi peradilan. Kebijakan-kebijakannya bahkan membuat Uni Eropa menahan pendanaan miliaran euro untuk Hongaria. 

Di sisi lain, Orban juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan China, serta mendapat dukungan dari tokoh-tokoh konservatif, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump.
Dalam pidato usai hasil pemilu, Orban mengakui kekalahannya sekaligus memberi pesan kepada pendukungnya. 

“Apa arti hasil pemilu malam ini bagi nasib negara kita masih belum jelas. Kita belum mengetahuinya, waktu yang akan menjawab," ujarnya.

Meski kalah, Orban menegaskan tetap akan melanjutkan pengabdiannya kepada negara dari posisi oposisi.

Karier politik Orban terbilang panjang. Ia mulai dikenal sebagai aktivis muda anti-komunis pada era Perang Dingin, kemudian menjadi perdana menteri pertama kali pada usia 35 tahun. 

Setelah sempat kalah pada 2002, ia kembali berkuasa pada 2010 dan memperkuat kekuasaannya dengan berbagai reformasi yang disebutnya sebagai “demokrasi illiberal”. Namun, langkah-langkah tersebut justru menuai kritik karena dianggap mengarah pada pemerintahan yang semakin otoriter.

Kemenangan Magyar membuka peluang besar bagi perubahan kebijakan di Hongaria, termasuk kemungkinan membatalkan berbagai reformasi kontroversial yang dibuat selama era Orban. Pemilu ini sekaligus mencerminkan pergeseran sikap masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin menginginkan arah baru bagi masa depan negara mereka.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya