Berita

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: Istimewa)

Politik

Respons Bank Dunia, Pimpinan MPR Optimis Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

SABTU, 11 APRIL 2026 | 22:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Laporan proyeksi Bank Indonesia yang meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7% di tahun 2026 ini dan lebih kecil dibandingkan target pemerintah yang mencapai 5,4%, menjadi topik diskusi hangat.

Menanggapi laporan itu, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno optimis bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih kuat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% untuk tahun ini.

Eddy mengatakan, seluruh negara di dunia akan terkena imbas perang di Timur Tengah yang belum berakhir sampai sekarang. Pertumbuhan ekonomi secara global tentu akan terdisrupsi karena rantai pasok energi sangat terganggu. 


"Namun berbeda dengan negara-negara lain, Indonesia juga eksporter sumber daya alam seperti batu bara, minyak kelapa sawit, nikel, timah dan lainnya, yang mengalami apresiasi harga yang tidak kecil," ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Sabtu 11 April 2026. 

Eddy juga menyampaikan bahwa Indonesia relatif mandiri dari aspek ketenagalistrikan, dimana pasokan listrik ke sektor industri, niaga dan rumah tangga nyaris tidak akan terganggu oleh kendala impor migas dan BBM, karena Indonesia menggunakan batu bara dan gas yang berasal dari dalam negeri untuk sektor pembangkit tenaga listrik.

"Berbeda misalnya dengan Singapura, Jepang, Korea atau negara lainnya yang memerlukan impor gas dan batu bara agar tidak terjadi pemadaman listrik di negeri masing-masing," ungkap Wakil Ketua Umum PAN ini. 

Eddy tidak memungkiri bahwa ruang fiskal APBN saat ini cukup ketat. Menurutnya, di tengah kenaikan harga BBM yang vital untuk perekonomian nasional, khususnya sektor industri, transportasi dan rumah tangga, Menteri Keuangan perlu sangat cermat melakukan pengalokasian anggaran agar daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. 

Dia meyakini, dalam kondisi perekonomian dunia yang tengah terganggu ini, pemerintah akan tetap mengupayakan bantalan sosial yang kuat bagi mereka yang membutuhkan dan mengendalikan inflasi agar konsumsi masyarakat tidak terganggu. 

"Saya juga mengajak masyarakat agar ikut berpartisipasi menghemat penggunaan energi bersubsidi misalnya, agar anggaran penghematan ini bisa kemudian dialokasikan untuk diberikan kepada saudara-saudara kita yang lebih membutuhkannya," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya