Berita

IlustrasI. (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Plastik Tembus Rekor Tertinggi

SABTU, 11 APRIL 2026 | 10:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga polietilen di China melonjak tajam hingga menembus 9.000 Yuan (sekitar Rp22,5 juta) per ton, level tertinggi dalam empat tahun terakhir. 

Sejak awal tahun, kenaikan bahan utama pembuat produk plastik itu bahkan sudah mencapai sekitar 45 persen. Lonjakan ini terutama dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasokan global, sehingga biaya bahan baku ikut terdongkrak naik.

Situasi mulai memanas ketika konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) berdampak langsung pada jalur distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz. 


Serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut membuat ekspor dari negara produsen utama seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi terganggu. 

Akibatnya, pasokan bahan baku penting untuk industri plastik menjadi tersendat. Gangguan ini tidak hanya memengaruhi distribusi plastik, tetapi juga menghentikan sementara arus minyak mentah, LNG, dan LPG. 
Padahal, bahan-bahan tersebut merupakan komponen utama dalam produksi polietilen. Ketika pasokan bahan baku berkurang, biaya produksi otomatis naik, dan pada akhirnya harga polietilen ikut terdorong lebih tinggi di pasar global.

Kondisi pasokan yang ketat ini justru dimanfaatkan oleh produsen di Amerika Utara. Mereka meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan ekspor. Bahkan, kelompok industri memperkirakan produksi di kawasan tersebut mencapai rekor tertinggi pada bulan Maret.

Sebagai gambaran terkini, harga polietilen berada di kisaran 8.479 Yuan per ton, sedikit turun harian sekitar 0,39 persen, namun tetap berada di level tinggi secara historis.

Polietilen adalah jenis plastik yang paling banyak digunakan di dunia. Bahan ini termasuk dalam keluarga poliolefin dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Polietilen digunakan untuk membuat berbagai produk seperti botol plastik, kantong belanja, kemasan makanan, mainan, hingga pipa dan kabel pelindung. Karena sifatnya yang ringan, kuat, dan tahan air, bahan ini menjadi pilihan utama dalam industri kemasan dan manufaktur.

Selain digunakan secara fisik, polietilen juga diperdagangkan dalam bentuk kontrak berjangka di pasar komoditas. Instrumen ini dimanfaatkan oleh produsen dan perusahaan besar untuk melindungi diri dari fluktuasi harga, sekaligus oleh investor untuk mengambil peluang dari pergerakan pasar.

Di Indonesia, dampak kenaikan harga polietilen sudah mulai terasa nyata di lapangan. Harga plastik dilaporkan melonjak cukup tajam, bahkan di beberapa kasus naik antara 40-100 persen sejak awal 2026. Kenaikan ini langsung menekan pelaku usaha, terutama UMKM yang sangat bergantung pada kemasan plastik.

Di pasar, perubahan harga terlihat jelas. Plastik kresek yang sebelumnya sekitar Rp10.000 per pak kini naik menjadi Rp15.000, sementara plastik ukuran besar bahkan melonjak hingga dua kali lipat. Untuk jenis tertentu seperti plastik tahan panas, harganya juga ikut melonjak signifikan.  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya