Berita

Foto: Dok. Pertamina

Bisnis

Hadapi Geopolitik Global, Pertamina Siapkan Lima Strategi Utama di 2026

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 15:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

PT Pertamina (Persero) menyiapkan lima strategi utama dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan RKAP 2026 disusun dengan mempertimbangkan berbagai tantangan global, termasuk volatilitas harga energi, gangguan rantai pasok, dan ketidakpastian geopolitik yang berpotensi memengaruhi sektor energi dunia.

“Di tengah berbagai tantangan, Pertamina harus tetap tumbuh sekaligus menjalankan peran strategis sebagai penopang ketahanan energi nasional,” ujar Simon.


Menurut Simon, terdapat lima fokus strategi Pertamina pada 2026. Pertama, menjaga disiplin biaya di seluruh lini bisnis. Kedua, meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional. Ketiga, menjalankan investasi secara selektif pada proyek-proyek strategis. Keempat, membangun organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan. Kelima, memperkuat inovasi untuk menghadapi dinamika industri energi.

Selain menjaga ketahanan bisnis, Pertamina juga berupaya memanfaatkan peluang dari perubahan kondisi global melalui peningkatan efisiensi dan optimalisasi operasional, termasuk peningkatan utilisasi kilang dan penguatan penjualan produk energi berkualitas.

“Eksistensi Pertamina bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga ketahanan, keandalan, dan kedaulatan energi nasional,” tegas Simon.

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menambahkan bahwa menjaga pasokan energi bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

“Kondisi global saat ini menjadi ujian bagi ketahanan energi nasional. Karena itu, Pertamina harus bekerja lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih optimal dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Melalui RKAP 2026, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat peran sebagai penggerak ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya