Berita

Pendiri SMRC, Saiful Mujani. (Foto: Dok. SMRC)

Politik

Saiful Mujani Tutup Mata pada Visi-Misi Prabowo yang Pro Rakyat

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 13:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kritik terhadap pemerintah adalah tindakan yang sah dalam iklim demokrasi. Namun dalam mengkritik harus objektif agar rakyat tidak terprovokasi.

Demikian antara lain disampaikan Pendiri Jaringan Nusantara, Harun Sulkam yang biasa disapa Aam S merespons potongan video pernyataan pendiri lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani yang menyinggung narasi cara "menjatuhkan" Prabowo Subianto.

“Saiful Mujani sebagai intelektual harusnya obyektif melihat Presiden Prabowo, karena visi dan misi Presiden Prabowo jelas-jelas pro rakyat," ujar Aam dalam keterangannya, Jumat, 9 April 2026.


Aam mempertanyakan alasan Saiful Mujani melontarkan pernyataan keras di saat pemerintah sedang giat-giatnya menangkap para koruptor dan sedang sibuk menghadapi gejolak global.

Menurutnya, perdebatan politik yang terlalu tajam dan tidak proporsional justru berisiko melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Jika hal itu terjadi, dampaknya tidak hanya pada stabilitas politik, tetapi juga pada kepercayaan pasar dan ketahanan ekonomi nasional.

“Rakyat Indonesia saat ini membutuhkan ketenangan dan kepastian. Jangan sampai narasi-narasi yang berkembang justru memicu perpecahan,” tegasnya.

Aam juga menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilai berpihak pada masyarakat kecil, antara lain, Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kedua program pro rakyat itu, bagi Aam, merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas serta pembangunan sumber daya manusia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya