Berita

Ilustrasi dapur MBG. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

Langkah BGN Suspend Ribuan SPPG Tuai Apresiasi

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 19:40 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penghentian sementara operasional 1.528 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dinilai sebagai satu upaya memperbaiki program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud memandang ribuan SPPG yang kena suspend merupakan hal wajar dalam tata laksana program pemerintah.

"Artinya ini memang penting dilakukan, untuk memastikan bahwa program Presiden Prabowo dalam hal ini Makan Bergizi Gratis (MBG) itu harus betul-betul memperhatikan kelayakan operasional dari tiap-tiap SPPG," ujar Irvan kepada RMOL di Jakarta, Kamis, 9 April 2026. 


Penundaan keberlanjutan operasional ribuan SPPG yang diputuskan Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran tidak memenuhi standarisasi.

"Bagi SPPG yang memang belum memenuhi ketentuan seperti sertifikasi yang higienis, pengelolaan air limbah, keamanan pangan yang tidak sesuai standar, bahkan sertifikasi halal, yang itu sebenarnya menjadi syarat penting dari BGN," tuturnya.

Oleh karena itu, Irvan memandang isu yang beredar di masyarakat menyebut pemerintah kehabisan anggaran untuk menjalankan program MBG hanya isu yang sengaja dikemukakan untuk mendistorsi kerja-kerja pemerintahan.

Lebih dari itu, dia mengajak semua pihak untuk memahami dasar argumentasi yang telah disampaikan BGN selaku perwakilan pemerintah. 

"Kalau kemudian itu tidak bisa dipenuhi oleh SPPG, maka saya pikir suspend yang diberlakukan itu menjadi sangat baik," demikian Irvan menambahkan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya