Berita

Prof. Saiful Mujani. (Foto: Dokumentasi SMRC)

Politik

Narasi Saiful Mujani Provokatif dan Tidak Relevan dengan Kondisi Zaman

RABU, 08 APRIL 2026 | 22:05 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ajakan penggulingan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dilontarkan Saiful Mujani dianggap bertentangan dengan sistem demokrasi.

Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan menganggap narasi yang disampaikan Saiful Mujani jauh dari prinsip intelektualitas.

“Kalau bicara dalam sistem demokrasi, narasi yang disampaikan oleh Saiful Mujani merupakan narasi yang provokatif, tidak mencerminkan sebagai intelektual seorang pengamat politik,” kata Hasyibulloh kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.


Lanjut dia, Saiful Mujani yang menyandang gelar profesor di bidang politik seharusnya memahami konsep ketatanegaraan secara gamblang. 

“Seharusnya beliau tahu bahwa untuk menurunkan presiden dalam sistem demokrasi hanya dalam tatanan konstitusional melalui pemilihan umum, bukan melalui jalur di luar konstitusi,” ungkapnya.

Hasyibulloh menegaskan bahwa saat ini sudah tidak relevan lagi menggulingkan pemerintahan yang sah dengan kekerasan dan kerusuhan seperti era Reformasi 1998. 

“Berbeda halnya pada masa Presiden Soeharto di mana tidak ada kedaulatan rakyat untuk menentukan presiden. Dan presiden (era Soeharto) tidak memiliki batas masa jabatan, maka diperlukan namanya reformasi politik yang dilakukan oleh mayoritas masyarakat,” pungkasnya.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya