Berita

Ilustrasi stabilitas nasional. (Foto: AI)

Politik

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

RABU, 08 APRIL 2026 | 19:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) memandang di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang semakin meningkat, Indonesia membutuhkan penguatan persatuan nasional bukan narasi bernada pesimis.

Menurut Bendahara Umum Prima, Achmad Herwandi, kondisi dunia saat ini memang sedang menghadapi tekanan serius, mulai dari konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina hingga meningkatnya tensi di jalur energi strategis dunia seperti Selat Hormuz.

"Situasi ini menunjukkan bahwa dunia tengah memasuki fase baru ketidakpastian, di mana energi, pangan, dan stabilitas keuangan menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan negara-negara," tutur Herwandi kepada RMOL di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.


Dalam situasi global yang penuh tekanan seperti ini, ia memerhatikan negara-negara besar justru memperkuat konsolidasi internal mereka. 

"Namun sangat disayangkan, di dalam negeri justru muncul narasi-narasi yang menggambarkan Indonesia seolah berada di ambang krisis, bahkan disertai wacana politik ekstrem yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional,” ujar dia.

Ia menilai bahwa narasi krisis yang tidak berbasis data bukan hanya keliru, tetapi juga berbahaya. 

Lebih dari itu, Herwandi juga meyakini dalam konteks ekonomi modern, persepsi publik memiliki dampak langsung terhadap kondisi riil. 

"Ketika kepercayaan melemah, maka investasi akan tertahan, konsumsi menurun, dan pertumbuhan ekonomi bisa terganggu. Persepsi adalah realitas dalam ekonomi. Jika kita terus menyebarkan ketakutan tanpa dasar, maka kita sendiri yang merusak fondasi ekonomi nasional,” jelasnya.

Oleh karena itu, Herwandi menekankan sebuah fakta yang menunjukkan kondisi yang jauh lebih positif. Pasalnya dia mencatat hingga 31 Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Capaian ini menunjukkan bahwa fondasi fiskal Indonesia tetap kuat di tengah tekanan global," sambungnya.

Selain itu, tambah Herwandi, kebijakan pemerintah untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun ini, dinilai sebagai langkah strategis yang berpihak pada rakyat, khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga energi dunia.

β€œIni bukan hanya kebijakan ekonomi, tetapi juga bentuk keberpihakan negara kepada rakyat. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tidak menanggung beban global sendirian,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya