Berita

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Dedi Hardianto. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

BPJS Ketenagakerjaan Antisipasi PHK Imbas Gejolak Perang Iran

SELASA, 07 APRIL 2026 | 15:59 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat gejolak perang Iran-AS mulai diantisipasi Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah ini diambil seiring risiko gangguan ekonomi yang bisa berdampak ke berbagai sektor industri di Indonesia.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Dedi Hardianto mengatakan dampak perang berpotensi menimbulkan masalah ekonomi, meski data rinci masih belum tersedia. 


“Kaitan dengan dampak ekonomi, kan ini pasti berpotensi terjadi masalah. Bahwa kemudian akan terdampak ke Indonesia. Ini kan bicara data, saya memang belum pegang data soal itu,” kata Dedi saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026. 

Ia menegaskan pihaknya berharap PHK tidak terjadi, namun tetap bersiap jika risiko itu muncul. BPJS Ketenagakerjaan akan memastikan hak pekerja tetap terpenuhi, terutama dalam proses klaim saat terdampak.

“Misalnya banyak PHK, kita berharap itu tidak terjadi tentunya. Sebagai pengawas, tentu kita akan memastikan bagaimana pekerja terpenuhi klaimnya terkait dengan kerjaan,” pungkas Dedi.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya