Berita

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

Bisnis

Rupiah Tembus Rp17.105 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah

SELASA, 07 APRIL 2026 | 15:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa, 7 April 2026 anjlok hingga menembus Rp17.105 per Dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda itu melemah 70 poin atau 0,41 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Posisi rupiah di pasar spot hari ini sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah, melampaui posisi 6 April 2026 di level Rp17.038 per dolar AS. 


Bahkan, pelemahan ini juga melewati titik terburuk saat masa pandemi Covid-19 yang sempat menyentuh Rp16.600 per dolar AS, serta level intraday terendah ketika krisis moneter 1998 di kisaran Rp16.800 per dolar AS. 

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, membenarkan tekanan terhadap rupiah yang kini berada di level terlemah sepanjang sejarah. Menurutnya, mata uang domestik tersengat sentimen risk off akibat kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Rupiah tertekan oleh sentimen risk off oleh kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah. Walau sentimen eksternal masih beragam, investor masih terpecah, beberapa masih memperkirakan akan ada perdamaian, beberapa mengantisipasi eskalasi," kata Lukman kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Lukman menambahkan, kenaikan harga minyak mentah yang terus berlanjut berpotensi semakin membebani anggaran pemerintah, terlebih dengan belum dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM). 

"Tidak sedikit yang memperkirakan defisit akan tetap melewati 3 persen walau anggaran MBG dikurangi," jelasnya.

Menurutnya, tekanan ini dapat memicu pelemahan daya beli dan kenaikan harga yang berdampak pada merosotnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
 
"Dampaknya adalah menurunnya daya beli, inflasi terutama apabila harga BBM akhirnya dinaikkan, sentimen melemah, pertumbuhan ekonomi menurun," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya