Berita

Ilustrasi. (Foto: Artificial Intelligence)

Nusantara

Jutaan Data Warga Bandung Diduga Bocor

SELASA, 07 APRIL 2026 | 05:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Akun X bernama VECERT Analyzer mengungkap dugaan kebocoran besar data kependudukan warga Kota Bandung. 

Informasi tersebut sontak memicu kekhawatiran, mengingat data yang dimaksud berkaitan dengan identitas resmi masyarakat.

Dalam unggahannya pada 29 Maret 2026, VECERT Analyzer menyampaikan peringatan keras terkait potensi penyalahgunaan data oleh pihak tidak bertanggung jawab.


"PERINGATAN: Kebocoran Database Penduduk Bandung,” tulis akun tersebut, dikutip pada Senin, 6 April 2026.

Akun yang dikenal aktif dalam analisis keamanan siber itu menyebut, kebocoran diduga melibatkan lebih dari satu juta data individu. Bahkan, mereka menuding kelompok peretas bernama “petrusnism” sebagai pihak yang berada di balik aksi tersebut.

"Kami mendeteksi kebocoran data besar yang berdampak pada Kota Bandung, Indonesia. Pelaku ancaman dengan nama ‘petrusnism’ telah merilis database berisi informasi pribadi rinci dari lebih dari satu juta warga, yang diduga diambil secara ilegal dari catatan resmi kependudukan,” tulisnya.

Dalam rincian yang dipublikasikan, disebutkan jumlah data yang bocor mencapai lebih dari satu juta baris, dengan waktu kejadian diperkirakan terjadi pada Maret 2026.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Tatang Muhtar, belum memberikan konfirmasi pasti. 

Tatang menyatakan pihaknya akan terlebih dahulu menelusuri kebenaran informasi yang beredar.

"Mangga ditelusuri dulu, nuhun infonya," ujar Tatang melalui pesan WhatsApp, dikutip dari RMOLJabar.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya