Berita

Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Fahri Hamzah Kritik Ajakan Gulingkan Prabowo: Dunia Butuh Kita Kompak!

SENIN, 06 APRIL 2026 | 18:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengkritik keras seruan pengamat politik Saiful Mujani yang mendorong upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto

Menurutnya ajakan tersebut berpotensi membuka ruang tindakan inkonstitusional yang justru membahayakan stabilitas negara.

"Harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional. Dan dalam sistem konstitusi kita, presiden itu bukan satu-satunya. Ada cabang-cabang kekuasaan yang lain, yang juga bisa ditagih sebagai bagian daripada tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat," ujar Fahri usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 6 April 2026.


Fahri mengingatkan, perjuangan panjang dalam membangun demokrasi tidak boleh dirusak oleh dorongan yang mengarah pada kekacauan politik. Dia pun meminta semua pihak, khususnya kalangan aktivis, untuk melakukan introspeksi.

"Saya kira kawan-kawan itu. Sepakat itu, apalagi kalau yang aktivis. Setengah mati kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot. Tolong introspeksi jugalah," tegasnya.

Wamen PKP itu juga menyoroti situasi global yang tengah bergejolak, sehingga Indonesia justru dituntut untuk menjaga soliditas nasional. 

Menurutnya, narasi yang memecah belah hanya akan melemahkan posisi bangsa di tengah ketidakpastian dunia.

"Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macam. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu. Apalagi kalau kita bicara Pak Prabowo pun, tidak ada niatnya yang tidak baik. Semua ini kan untuk masyarakat," tegas Fahri.

Sebelumnya, Saiful Mujani dalam forum Halal Bihalal di Utan Kayu, Jakarta Timur, 31 Maret 2026, menyerukan konsolidasi masyarakat sipil hingga aksi massa untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai jalur formal seperti pemakzulan sudah tidak memungkinkan karena kuatnya dukungan politik pemerintah di parlemen.

"Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu, kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini," kata Mujani dalam video yang beredar.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya