Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Menurutnya ajakan tersebut berpotensi membuka ruang tindakan inkonstitusional yang justru membahayakan stabilitas negara.
"Harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional. Dan dalam sistem konstitusi kita, presiden itu bukan satu-satunya. Ada cabang-cabang kekuasaan yang lain, yang juga bisa ditagih sebagai bagian daripada tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat," ujar Fahri usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Populer
Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42
Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30
Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02
Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47
UPDATE
Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26
Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17
Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13
Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12
Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03