Berita

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin 6 April 2026. (Foto: Youtube Perekonomian RI)

Bisnis

Harga Avtur Melonjak

Pemerintah Kasih Insentif PPN DTP Rp2,6 Triliun Tekan Harga Tiket Pesawat

SENIN, 06 APRIL 2026 | 16:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menggelontorkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen selama dua bulan untuk tiket pesawat kelas ekonomi domestik.

Langkah ini diambil menyusul harga avtur yang sudah naik menjadi Rp23.551 per liter pada awal April 2026. Kenaikan bahan bakar ini berpotensi mendorong lonjakan harga tiket pesawat domestik.

"PPN ditanggung pemerintah 11 persen untuk angkutan udara niaga berjadwal di dalam negeri kelas ekonomi," kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 6 April 2026.


Pemerintah, kata Airlangga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk kebijakan tersebut agar kenaikan tarif tiket pesawat dapat ditekan di kisaran 9 persen hingga 13 persen.

"Jumlah subsidi yang diberikan oleh pemerintah itu sekitar Rp1,3 triliun per bulannya. Jadi, kalau kami persiapkan untuk 2 bulan maka nominalnya Rp2,6 triliun. Ini agar harga tiket naiknya maksimal 9-13 persen," tutur Airlangga.

Di saat bersamaan, pemerintah juga menyesuaikan kebijakan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar. Kenaikan ini dilakukan seiring melonjaknya harga avtur.

Untuk pesawat jet maupun propeller, fuel surcharge kini ditetapkan naik hingga 38 persen. Sebelumnya, tarif tambahan ini hanya naik 10 persen untuk jet dan 25 persen untuk propeller.

"Kebijakan fuel surcharge dan PPN DTP ini akan diberlakukan sesuai dengan program kemarin, yaitu paket ekonomi yang berlaku dalam waktu 2 bulan juga," jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, terutama konflik geopolitik di negara Teluk yang turut memengaruhi harga energi.

"Kami juga akan terus evaluasi berapa lama geopolitik ataupun perang di Timur Tengah berlangsung," tandas Airlangga.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya