Berita

Ilustrasi

Politik

Pemerintah Tunggu Waktu yang Pas untuk Menaikan BBM

SENIN, 06 APRIL 2026 | 12:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keputusan Presiden Prabowo Subianto tidak menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah krisis energi global dinilai pengamat politik Nurul Fatta kental muatan politik.

"BBM itu kan bukan sekadar komoditas ekonomi, tapi juga komoditas politik yang sensitif atau langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat," katanya kepada RMOL, Senin, 6 April 2026.

Di satu sisi, pemerintah ingin menjaga daya beli dan stabilitas sosial, karena kenaikan BBM hampir pasti akan berdampak pada inflasi dan bisa memicu gelombang protes. 
"Tapi di sisi lain, kalau subsidi ini terus dipertahankan, beban fiskal negara juga akan semakin berat," jelasnya.

"Tapi di sisi lain, kalau subsidi ini terus dipertahankan, beban fiskal negara juga akan semakin berat," jelasnya.

Maka dari itu, Fatta memandang ini adalah bentuk tarik-menarik antara kepentingan ekonomi dan kepentingan politik. Pemerintah pun tampaknya sedang menunda risiko politik dalam jangka pendek, sambil mencari momentum yang tepat untuk mengambil keputusan yang sebenarnya tidak populer.

"Pertanyaannya sekarang bukan apakah BBM akan naik atau tidak, tapi kapan waktu yang dianggap paling aman secara politik untuk menaikkan harga itu? Karena cepat atau lambat, tekanan fiskal ini akan memaksa pemerintah mengambil keputusan," pungkasnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya