Berita

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (Foto: AFP)

Dunia

Iran Bongkar Kegagalan Propaganda Perang Digital AS

SENIN, 06 APRIL 2026 | 09:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah konflik militer yang terus memanas, Iran menuding Amerika Serikat gagal total menguasai perang narasi di ruang digital.

Washington disebut gencar menyebarkan video manipulatif dan narasi daring yang menipu opini publik internasional. 

Namun Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menilai upaya itu tak membuahkan hasil, bahkan berbalik menjadi tekanan domestik berupa aksi demo besar-besaran menentang Presiden Donald Trump.


“Selamat datang di pesta yang kami mulai 47 tahun lalu, No Kings," kata dia mengacu pada Revolusi Islam 1979 dan kegagalan Amerika menghadapi Iran, seperti dikutip dari Al Mayadeen, Senin, 6 April 2026.

Ghalibaf kemudian mengejek klaim AS terkait kerusakan akibat serangan drone Iran dengan pernyataan sarkastik: “Hanya mengalami kerusakan ringan.”

Lebih lanjut, ia juga mempertanyakan kemampuan militer AS melindungi pasukannya sendiri.

"Bagaimana mungkin AS, yang bahkan tidak mampu melindungi tentaranya sendiri di pangkalan-pangkalan mereka di wilayah ini dapat melindungi mereka di tanah kita?” tegasnya, seperti dikutip dari Al Ma

Di ranah digital, berbagai konten berbasis kecerdasan buatan turut memperkuat serangan balik Iran. 

Video-video viral menggambarkan Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai sosok lemah dan tidak kompeten, bahkan menampilkan satire seperti figur Lego yang mengulas dokumen “Jeffrey Epstein File”, yang menyindir kredibilitas kepemimpinan Washington.

Sementara itu, narasi resmi Gedung Putih mulai melemah dari dalam. Konten yang dibagikan prajurit AS di TikTok dengan tagar #MilitaryTok menunjukkan rasa cemas, ragu, dan frustrasi menghadapi kemungkinan ditugaskan. 

Di saat pemerintah mengklaim perang berjalan cepat dan terkendali, para tentara justru menunjukkan kondisi berbeda lewat humor dan keraguan, termasuk menggunakan lagu “In the Navy” sebagai simbol kegamangan.

Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya ketidakpuasan publik AS terhadap perang. Jajak pendapat menunjukkan enam dari sepuluh warga Amerika tidak menyetujui penanganan konflik oleh Trump, sementara hanya 9 persen generasi Z yang mendukung penuh. 

Dalam situasi ini, Iran dinilai berhasil membalikkan propaganda Washington menjadi bumerang, sekaligus mengungkap rapuhnya narasi kekuatan yang selama ini dibangun Amerika di panggung global.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya