Berita

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, saat menghadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Dok Instagram Seskab)

Politik

Tiga Figur Ini Layak Diperhitungkan jadi Cawapres Prabowo 2029

SENIN, 06 APRIL 2026 | 09:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Setidaknya tiga nama yang berpotensi mendampingi Presiden Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2029. Ketiga nama itu adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Analis komunikasi politik Hendri Satrio persaingan memperebutkan posisi calon wakil presiden bakal lebih sengit dibanding slot calon presiden itu sendiri. Sebab kekuatan elektoral Prabowo masih jauh melampaui tokoh-tokoh lain yang ada saat ini.

“Pak Prabowo ini tinggal satu periode lagi, 2034 pasti selesai, dia harus pinter-pinter milih wapres. Nah kalau intuisi politik saya, dia enggak bisa milih yang beda partai politik,” ujar Hensa, sapaan karibnya, Senin, 6 April 2026.


Soal nama Teddy, Hensa menyebut banyak netizen dan publik yang menjadikannya sebagai sosok yang layak diperhitungkan. Posisi strategis dan juga kerap kali tampil di publik menjelaskan agenda-agenda pemerintahan menjadi salah satu nilai sendiri dari Teddy untuk dipertimbangkan.

Sementara untuk KDM, Gubernur Jawa Barat tersebut memiliki daya tarik yang nyata, terutama karena basis dukungan publiknya yang besar. Namun, ia menekankan bahwa peluang KDM sangat bergantung pada kesiapan Gerindra menjadi partai terbuka, yakni partai yang berani mengusung kader di luar lingkaran keluarga pendirinya.

"Karena masih ada nama-nama dari lingkaran keluarga yang juga digadang-gadang," kata Hensa.

Ia menambahkan, skenario paling ideal bagi KDM adalah dengan terlebih dahulu mendorong Prabowo maju sebagai calon presiden, sementara KDM mengambil posisi nomor dua. 
"Paling ideal. Karena Gerindra tidak kehilangan apa-apa kalau KDM maju, karena ini kadernya dia juga. Belum lagi KDM itu disukai, dicintai masyarakat Jawa Barat yang basis pemilihnya sangat besar," ujarnya.

Hensa juga mengakui tantangan KDM untuk posisi nomor satu. Dalam sejarah Indonesia, belum ada presiden yang berasal dari latar belakang Sunda atau dari luar Jawa, kecuali B.J. Habibie yang naik melalui pergantian jabatan, bukan kontestasi langsung.

"Tapi dengan kekuatannya KDM hari ini, menurut saya dia layak diperhitungkan oleh Pak Prabowo, apalagi kalau memang Prabowo ingin membesarkan Gerindra di 2029," katanya.

Adapun untuk posisi calon wakil presiden, Hensa tetap menempatkan Gibran sebagai nama terkuat. Meski demikian, Hensa memberikan catatan penting soal skenario Prabowo-Gibran di 2029. 

Ia menilai pasangan itu, meski secara elektoral bisa terbilang kuat, sudah tidak lagi menjadi pilihan yang ideal secara politik. Kehadiran Gibran di sisi Prabowo sejak 2024 bukan semata keputusan Prabowo, melainkan bagian dari desain politik Joko Widodo untuk mempersiapkan putranya itu sebagai calon presiden masa depan. 

"Kalau Prabowo bersama Gibran lagi di 2029, itu artinya Prabowo membesarkan Gibran. Memang mempersiapkan Gibran sebagai calon presiden," kata Hensa.

Ia menambahkan, kepentingan Jokowi sejak awal adalah menjadikan Gibran sebagai presiden, bukan sekadar wakil presiden yang terus-menerus mendampingi orang lain. Semakin lama Gibran berada di posisi nomor dua, semakin besar risiko ia kehilangan momentum untuk naik sendiri.

"Prabowo kemungkinan tidak butuh Jokowi lagi untuk menang di 2029 karena dia adalah inkumben. Dia akan memilih cawapres yang tidak punya ambisi mengganggu posisinya dan elektabilitas Gerindra," ujar Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya