Berita

Ilustrasi kapal berlayar di Selat Hormuz (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube True Globe)

Dunia

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

SENIN, 06 APRIL 2026 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz.

Ancaman itu disampaikan setelah AS berhasil menyelamatkan seorang pilot militernya yang sebelumnya ditembak jatuh di wilayah Iran. Dalam pernyataannya, Trump tidak hanya menyoroti keberhasilan operasi militer tersebut, tetapi juga meningkatkan tekanan terhadap Teheran agar segera membuka kembali jalur pelayaran strategis itu.

Trump menegaskan bahwa Iran memiliki batas waktu hingga hari Selasa untuk membuka Selat Hormuz. Jika tidak, ia memperingatkan akan ada konsekuensi besar yang harus ditanggung.


“Bukalah Selat itu… atau kalian akan hidup dalam neraka,” ujar Trump dalam pernyataan kerasnya di media sosial, dikutip dari Reuters, Senin 6 April 2026.

Ia juga menyebut bahwa hari Selasa bisa menjadi momen penentuan, dengan mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk sektor energi dan transportasi. Pernyataan tersebut dinilai sangat agresif dan berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Namun, di tengah nada ancamannya, Trump juga memberikan sinyal yang membingungkan. Dalam wawancara terpisah, ia menyebut bahwa Iran sebenarnya sedang membuka jalur negosiasi dan peluang kesepakatan masih ada, bahkan bisa tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan yang saling bertolak belakang ini membuat sekutu maupun pelaku pasar global sulit membaca arah kebijakan AS.

Sikap keras Trump juga menuai reaksi dari Iran. Pihak Teheran mengecam ancaman tersebut dan menilai bahwa Presiden AS telah dipengaruhi oleh kepentingan Israel. Iran menegaskan bahwa tekanan militer tidak akan membuat mereka mundur, justru berisiko memperluas konflik di kawasan.

Pernyataan Trump ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat penutupan Selat Hormuz, yang telah berdampak pada lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran akan krisis energi global.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya