Berita

Bendera Amerika Serikat (AS). (Foto: Istimewa)

Politik

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

SENIN, 06 APRIL 2026 | 06:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pasca serangan ngawur Amerika Serikat (AS) pada 28 Februari 2026, Iran memutuskan memblokade Selat Hormouz yang sebelumnya turut melayani kepentingan ekonomi Paman Sam. 

"Dampak penutupan Selat Hormouz, harga BBM di AS naik 200 persen. Warga AS mengumpat Donald Trump, bukan karena membantai rakyat Iran, tapi karena perang menyusahkan rakyat Amerika," kata Sastrawan Politik Ahmad Khozinudin, dikutip Senin 6 April 2026.

Andaikan, misi Trump di Iran sukses seperti di Venezuela, sukses merampok minyak Iran untuk Amerika seperti AS memindahkan minyak Venezuela untuk AS, pastilah rakyat Amerika bersorak sorai. 


"Karena negara kampium demokrasi ini, hanya bicara dan protes saat kezaliman itu menimpa mereka," kata Khozinudin

Rakyat AS tidak pernah protes atas kezaliman Amerika atas dunia Islam (Irak, Afghanistan, Suriah, Palestina, Sudan, dan lain-lain). 

"Rakyat AS membiarkan pemerintahannya  terus menjajah untuk membiayai APBN, baik dengan pendekatan soft power maupun hard power," kata Khozinudin.

Gaya kepemimpinan Partai Demokrat menggunakan penjajahan model soft power. Partai Republik, gaya hard power ala koboi, seperti yang dipraktikan oleh Donald Trump. 

"Amerika adalah negara dengan ideologi kapitalisme yang menindas, dan demokrasi Amerika tegak di atas penindasan,"   kata Khozinudin.

Jadi, lanjut Khozinudin, hari ini Iran menang bukan hanya karena Iran tangguh. Tetapi karena kebodohan Donald Trump. Atau tepatnya, karena kegilaan Donald Trump.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya