Berita

Ilustrasi penganiayaan.(Foto: Artificial Intelligence)

Presisi

Ayah Pengantin Tewas Diserang Kelompok Pemalak

SENIN, 06 APRIL 2026 | 05:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pesta pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Purwakarta, seketika berubah menjadi peristiwa berdarah pada Sabtu 4 April 2026.

Tuan rumah hajatan atau ayah pengantin yakni Dadang (57), tewas usai menjadi korban penganiayaan brutal dari sekelompok pria yang diduga melakukan pemalakan.

Suasana yang awalnya meriah dengan hiburan organ tunggal mendadak berubah ricuh saat sekelompok pria datang dan membuat onar.


Kapolsek Campaka, AKP Firman Budiarto, menjelaskan, keributan bermula saat kelompok tersebut meminta uang kepada penyelenggara organ tunggal dengan dalih membeli minuman tambahan.

Namun, permintaan itu tak sepenuhnya dipenuhi. Penyelenggara hanya memberikan Rp100 ribu, yang kemudian ditolak dan memicu amarah.

“Karena di bawah pengaruh minuman keras, mereka marah dan terjadi keributan,” ujar Firman dikutip dari RMOLJabar, Senin 6 April 2026.

Kericuhan di tengah pesta itu membuat korban turun tangan untuk menenangkan situasi. Namun niat baik tersebut justru berujung petaka.

Korban dikejar oleh para pelaku hingga ke depan rumahnya. Di hadapan tamu undangan dan keluarga -- bahkan anaknya yang tengah duduk di pelaminan -- korban dipukul menggunakan bambu.

“Korban dipukul pada bagian belakang kepala menggunakan bambu,” kata Kapolsek.

Pukulan keras itu membuat korban tersungkur dan tak sadarkan diri. Pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi.

Keluarga yang panik langsung membawa korban ke RS Bhakti Husada. Namun nahas, nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku yang melarikan diri. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap identitas dan peran masing-masing pelaku.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya