Berita

Pesawat jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS ditembak jatuh pertahanan udara Iran. (Foto: Istimewa)

Publika

Trump Bilang Completely Decimated, Iran Malah Comeback, Dua Pesawat AS Tumbang Sekaligus!

SENIN, 06 APRIL 2026 | 02:25 WIB

KITA update perang Iran vs Israel-AS. Kali ini soal dua pesawat tempur Amerika sukses dijatuhkan tentara Iran.  Paman Sam mulai ketar-ketir.

Berminggu-minggu narasi dari kubu Donald Trump itu Iran sudah completely decimated, beaten to a pulp, angkatan udaranya tinggal serpihan kenangan. 

Eh, tanggal 3 April 2026, Iran malah bikin pertunjukan kembang api live di langit sendiri. Dua pesawat tempur Amerika rontok dalam sehari. 


Media sana langsung kasih judul dramatis, “Jumat Hitam Udara Amerika”. Ini bukan plot twist lagi, ini naskahnya dibajak sama penulis dari Teheran.

Ceritanya dimulai dari si gagah perkasa F-15E Strike Eagle yang lagi patroli di wilayah Iran (katanya sekitar barat daya/tengah, dekat Khuzestan). 

Tiba-tiba, boom, kena sistem pertahanan udara. Dua kru eject. Satu berhasil diselamatkan lewat operasi khusus yang dramatis ala film Behind Enemy Lines. Satu lagi? Masih hilang di wilayah Iran. 

Nah, Iran langsung gercep pamer barang bukti seperti foto puing, kursi eject, parasut, lengkap dengan logo US Air Force. 

Sempat ngaku ini F-35 Lightning II yang katanya “tak tersentuh”, tapi setelah netizen jadi detektif dadakan, ya udah direvisi, “oke deh, F-15E juga lumayan”. Klasik, dari stealth jadi “ya yang penting jatuh dulu”.

Belum puas satu, Iran lanjut klaim mereka juga nembak A-10 Thunderbolt II alias si Warthog yang terkenal brutal itu. Lokasinya sekitar Selat Hormuz Teluk Persia. 

Pesawat low-altitude ini kena, pilotnya eject,, tapi berhasil diselamatkan. Kalau yang pertama tragedi setengah misteri, yang kedua lebih ke “nyaris apes tapi selamat”.

Nah, bagian rescue ini yang jadi chaos mini. Operasi penyelamatan kru F-15 malah ikut kena getahnya. 

Dua helikopter UH-60 Black Hawk kena tembakan juga. Kru ada yang luka ringan, tapi masih bisa balik ke pangkalan. 

Ini bukan full disaster, tapi cukup bikin Pentagon mungkin berhenti sejenak nyanyi lagu “air superiority mutlak”.

Sekarang masuk ke bintang utamanya,  sistem pertahanan udara Iran. Buat ngejatuhin F-15E yang terbang tinggi dan cepat itu, dugaan kuat pakai Bavar-373, sistem lokal kebanggaan mereka yang sering dibandingkan dengan S-400. 

Rudalnya, Sayyad-4B, katanya bisa ngunci target sampai 300 km lebih. Sementara buat A-10 yang terbang rendah, kemungkinan pakai sistem lebih fleksibel seperti 3rd Khordad atau bahkan MANPADS bahu. 

Intinya satu, pertahanan udara Iran ternyata belum pensiun, masih bisa tampil panggung.

Media pro-Iran seperti Fars News Agency, Tasnim News Agency, dan Press TV langsung pesta narasi, “kemenangan besar!”, “Trump malu!”, “pertahanan udara masih perkasa!”. 

Bahkan ada iming-iming hadiah buat warga yang menemukan pilot Amerika yang hilang. Nilainya, puluhan ribu dolar. Sementara versi Barat lebih kalem, ya, dua pesawat kena tembakan musuh, satu kru masih dicari, dan sebelumnya kerugian memang banyak di drone seperti MQ-9 Reaper yang jatuh berderet.

Kesimpulannya, dalam satu hari, dua jet tempur berawak Amerika jatuh, ini pertama kalinya sejak konflik lima minggu terakhir. 

Amerika bilang “enemy fire”, Iran bilang “ini bukti kami belum mati”. Sindirannya di sini, setelah berminggu-minggu bombing, ternyata Bavar-373 dan kawan-kawan masih bisa nyanyi, “surprise!”

Situasi masih panas, pencarian kru F-15 yang hilang terus jalan, dan kita semua cuma bisa duduk sambil nonton episode berikutnya dari serial realitas, Air Superiority yang Ternyata Masih Trial Version. 

Perang ini ternyata bukan trailer, ini full season dengan plot yang makin liar tiap harinya.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya