Berita

Representative Image (Foto: AA)

Dunia

Israel Hancurkan Kamera Pengawas UNIFIL di Lebanon Selatan

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 16:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan di Lebanon Selatan kembali meningkat setelah pasukan Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke markas pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL di Naqoura. 

Mengutip laporan juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel pada Minggu, 5 April 2026, aksi perusakan itu terjadi sejak hari Jumat lalu, 3 April 2026.

“Tentara Israel telah menghancurkan semua kamera keamanan yang menghadap markas besar pasukan penjaga perdamaian PBB di Naqoura, Lebanon selatan,” ungkapnya, seperti dikutip dari Anadolu News.


Ardiel menegaskan, kamera-kamera itu merupakan bagian vital dalam sistem keamanan markas. 

Merespons insiden tersebut, UNIFIL menyatakan keprihatinan mendalam dan memutuskan untuk mengajukan protes resmi kepada pihak Israel. 

UNIFIL mengingatkan bahwa militer Israel memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan personel PBB serta menghormati keutuhan fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam perkembangan lain yang tak kalah mengkhawatirkan, Ardiel juga mengonfirmasi bahwa serangan kembali melukai tiga prajurit TNI. 

Sebelumnya tiga prajurit TNI yakni Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon gugur saat bertugas di Lebanon Selatan. 

UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978 dan diperluas mandatnya melalui Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB setelah perang 2006 antara Israel dan Hezbollah. Namun, stabilitas kawasan kembali tergerus oleh eskalasi konflik terbaru.

Sejak serangan lintas batas oleh Hezbollah pada 2 Maret, Israel terus melancarkan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak November 2024.

Otoritas Lebanon mencatat sedikitnya 1.422 orang tewas dan 4.294 lainnya terluka akibat rangkaian serangan tersebut.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya