Berita

Kolase bendera Iran-AS-Israel.

Politik

Kemampuan Bertahan Iran Bikin AS-Israel Keteteran

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 13:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perlawanan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel yang masih berlangsung hingga hari ini, memunculkan pertanyaan publik tentang kemampuan untuk memenangkan peperangan.

Pengamat Hubungan Internasional Sentral Politika, Muhammad Rizal Rumra memandang, klaim AS-Israel yang menyebut telah memenangkan peperangan bertentangan dengan posisi Iran yang mampu bertahan melawan.

Menurutnya, ketahanan Iran tidak dapat dilepaskan dari fondasi ideologi yang telah lama mengakar dalam sistem negara dan membentuk karakter masyarakatnya.


“Kekuatan perlawanan Iran terhadap tekanan Amerika Serikat dan Israel tidak semata bertumpu pada kekuatan militer, tetapi berakar kuat pada ideologi Islam yang menjadi dasar negara,” ujar Rizal kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 5 April 2026.

Menurutnya, ideologi tersebut menjadi faktor yang menjaga konsistensi Iran dalam menghadapi tekanan, bahkan ketika terjadi kehilangan pada level kepemimpinan.

Lebih dari itu, Rizal mengamati tekanan militer langsung serta kabar gugurnya sejumlah tokoh penting seperti Pemimpin Agung Iran, Ayatullah Ali Khamenei dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, Iran dinilai tetap mampu mempertahankan daya tahannya.

"Dalam perspektif Iran, ajaran Nabi Muhammad SAW tentang penyempurnaan akhlak menjadi dasar moral untuk menjaga dan melanjutkan risalah tersebut melalui sistem wilayatul faqih," tuturnya.

Yang tak kalah penting, Rizal menilai strategi perang Iran yang secara bertahap melakukan penyerangan terhadap AS-Israel beserta ke wiliayah sekutu-sekutunya, jelas tidak bisa disebut sebagai kekalahan.

"Dalam skenario ini, kemenangan Iran bukan selalu berarti mengalahkan secara total, tetapi mampu bertahan lebih lama, melemahkan lawan secara bertahap, dan memaksakan perubahan keseimbangan kekuatan," urainya.

Oleh karena itu, dalam kondisi saat ini yang Iran menutup jalur distribusi minyak mentah dunia, yakni Selat Hormuz, menjadi salah satu faktor penguat posisi Iran dalam peperangan.

"Inilah yang membuat Iran saat ini unggul, dan membuat AS-Israel keteteran dan selalu mebuat propaganda seolah pihaknya memenangkan perang," demikian Rizal menambahkan.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya