Berita

UNIFIL menggelar upacara penghormatan untuk tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon. (Foto: Puspen TNI)

Politik

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 12:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon.

Sosok yang akrab disapa SBY itu mengaku turut merasakan duka yang mendalam saat memberikan penghormatan terakhir kepada Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon.

“Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenazah mereka, hati saya ikut tergetar. Memang seorang prajurit disumpah untuk siap mengorbankan jiwa dan raganya ketika tugas negara memanggil. Namun, saya bisa merasakan duka yang mendalam dari keluarga mereka,” ungkapnya lewat akun X, Minggu, 5 Maret 2026.


SBY juga menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi secara serius, jujur, dan adil.

Ia menilai PBB, khususnya misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), harus bertanggung jawab menjelaskan rangkaian insiden yang menyebabkan jatuhnya korban dari Indonesia.

SBY yang pernah bertugas sebagai Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia pada 1995-1996 juga menegaskan bahwa investigasi dalam situasi konflik tetap bisa dilakukan meski tidak mudah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB sejatinya bertugas menjaga perdamaian (peacekeeping), bukan melakukan operasi tempur (peacemaking). Karena itu, mereka tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak memiliki mandat tempur.

Namun, kondisi di lapangan saat ini dinilai berubah, di mana pasukan Indonesia yang berada di garis “Blue Line” kini justru berada di wilayah pertempuran aktif antara Israel dan Hizbullah.

“Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi ‘peacekeeper’ karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, SBY mendorong PBB segera mengambil langkah tegas, termasuk menghentikan penugasan UNIFIL atau memindahkan pasukan ke lokasi yang lebih aman.

Ia juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bersidang dan mengeluarkan resolusi yang jelas. Menurutnya, PBB tidak boleh bersikap pilih kasih atau menggunakan standar ganda dalam menangani kasus yang menyangkut keselamatan personel perdamaian.

“Sebagaimana yang dilakukan Presiden Prabowo, secara pribadi saya juga merasa punya kewajiban moral untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi prajurit-prajurit TNI yang menjadi korban di Libanon ini,” pungkasnya.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya